Bentrok Kendal, FPI Lawan Preman Pelacuran Atau Warga?

  • Peristiwa
  • 0
  • 23 Jul 2013 00:10
Front Pembela Islam kembali menjadi sorotan. Lagi-lagi soal anarkisme. Kali ini, puluhan anggota FPI terlibat bentrok dengan warga di Kecamatan Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah. Pada Kamis 18 Juli yang lalu, puluhan anggota FPI dikejar-kejar massa di Sukorejo itu.

Warga yang marah mengepung mereka di Masjid Sukorejo. Gara-garanya, rombongan konvoi FPI menabrak warga hingga tewas. Tak hanya mengepung, warga juga merusak dan membakar mobil yang digunakan anggota FPI berkonvoi. Sukorejo pun mencekam Kamis malam itu.

Pengepungan berlangsung sampai malam. Sekitar 27 angota FPI tetap bertahan di dalam masjid, terisolasi. Dengan penuh ketegangan, polisi akhirnya mengevakuasi para anggota FPI itu dalam kegelapan, supaya tak ada serangan dari warga.

Sebanyak 27 anggota FPI digelandang ke Mapolres Kendal. Mereka diperiksa. Akhirnya, 3 anggota FPI menjadi tersangka setelah bentrokan itu. Soni Hariono (38) yang menjadi sopir mobil yang dibakar dijadikan tersangka kecelakaan lalu lintas. Soni kemudian diklaim bukan anggota FPI.

Dua lainnya, Satrio Yuwono (22) dan Bayu Agung Wicaksono (28) dijadikan tersangka atas kepemilikan senjata tajam. Belakangan, polisi juga menetapkan 4 warga sebagai tersangka atas perusakan mobil rombongan FPI.

Aksi itu menarik perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dia meminta ormas Islam tidak melakukan kekerasan. Sebab, kekerasan hanya akan merusak citra Islam.

"Kita tidak boleh main hakim sendiri apalagi melakukannya dengan membawa-bawa ajaran agama Islam. Islam itu tidak identik dengan kekerasan. Jika ada melakukan hal seperti itu justru merusak citra Islam," ujar SBY di Hall D JIExpo 21 Juli.

SBY juga langsung mendapatkan laporan dari Kapolri dan Menkopohukam. Sehingga langsung dapat direspon dengan cepat oleh pihak kepolisian dan bentrokan tidak meluas.

"Saya menginstruksikan kepada penegak hukum agar kejadian tersebut tidak terjadi lagi, ini harus dicegah termasuk dari elemen FPI dan masyarakat agar tidak melakukan aksi pengrusakan," lanjut SBY.

FPI Menjawab

Pada Minggu 21 Juli, sebuah video yang menampilkan Ketua DPP FPI Habib Rizieq Shihab muncul di laman YouTube. Video ini berjudul 'Pernyataan Habib Rizieq'. Berdurasi 12 menit 47 detik, diunggah oleh akun FPI Broadcast. Isinya, paparan Rizieq soal kronologi insiden Kendal. Tentunya dengan versi FPI

"Beberapa hari yang lalu ada peristiwa di Kendal dan diberitakan oleh banyak media dengan versi mereka," demikian kata Rizieq dalam video yang dikutip Liputan6.com di Jakarta, Senin (22/7/2013).

Melalui video tersebut, Rizieq mengatakan DPP FPI telah membentuk tim investigasi untuk mencari tahu tentang insiden bentrokan tersebut. DPD FPI Jateng juga sudah diminta membuat kronologi kejadian itu, untuk dikirim ke DPP dan berbagai media. "Tapi, tidak satu pun media yang sudi membuatnya. Sebab kepentingan media," kata dia.

Menurut Rizieq, insiden Kamis itu bermula sehari sebelumnya, atau Rabu 17 Juli. Saat itu, FPI Jateng melakukan buka bersama di sebuah Masjid Besar Sukorejo. Maka, berdatanganlah anggota FPI dari berbagai daerah ke tempat itu.

"Di antaranya ada 1 rombongan yang terdiri dari 20 laskar FPI menuju ke lokasi acara melewati tempat pelacuran," kata Rizieq dalam video tersebut.

Ternyata, lanjut dia, siang itu tempat yang dilewati laskar FPI tersebut tetap buka. Padahal masyarakat sekitar lokalisasi sudah melapor ke aparat dan pemerintah setempat.

"Bahkan sudah minta bantuan FPI untuk menutup. Karena kami percaya pada aparat, kami menyangka aparat sudah tutup," tutur dia. "Ini menurut DPD FPI Jawa Tengah," tambahnya.

Lantas, masuklah 20 laskar FPI itu ke lokalisasi itu. Mereka meminta lokalisasi itu ditutup selama Ramadan. "Ini 20 orang masuk ke sarang musuh, akibatnya apa? Mereka dikejar-kejar preman. Akhirnya 20 orang ini menyelamatkan diri, ke tempat buka bersama," katanya.

Keesokan harinya, laskar FPI kembali mendatangi lokalisasi tersebut dengan kekuatan 26 orang. Tapi kali ini datang bersama Kapolres. Setelah diskusi di lapangan akhirnya lokalisasi tersebut ditutup.

"Selesai ditutup, 26 orang ini balik. Ternyata baru balik beberapa ratus meter ternyata sudah dikepung oleh ratusan preman bersenjata tajam," ujar Rizieq dalam video yang dibuat saat berceramah di kediamannya itu.

Karena dikepung, sopir mobil sewaan, Soni, panik. "Sopirnya panik karena bukan laskar FPI. Panik tancap gas, 2 orang diseruduk. Dibawa ke rumah sakit yang satu meninggal dunia. Preman pun langsung memprovokasi masyarakat bahwa FPI membunuh warga," papar dia.

Karena insiden itulah warga kemudian akhirnya merusak dan membakar mobil yang ditumpangi laskar FPI tersebut. Laskar FPI kemudian menyelamatkan diri ke masjid dan dievakuasi di Mapolres Kendal. Akhirnya, 23 anggota FPI dilepas dan 3 lainnya ditahan.

"Yang 2 ditahan karena kedapatan membawa senjata, walaupun kecil namanya tetap senjata. Tapi memang FPI ke mana-mana tidak diizinkan membawa senjata," kata Rizieq. Satu lainnya ditahan karena menabrak warga hingga tewas. (Eks)

(Eks)

Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler