Sukses

Biodiesel, Energi Alternatif dan Ramah Lingkungan

Liputan6.com, Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil mengembangkan biodiesel, bahan bakar kendaraan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, khususnya kelapa sawit. Biodiesel ini sebagai penganti bahan bakar solar. Uji coba penggunaan biodiesel digelar di Kantor BPPT, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (27/9), dengan disaksikan langsung Menteri Riset dan Teknologi Hatta Radjasa.

Menurut Kepala Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi BPPT Soni Solista Wirawan, selain untuk menghemat energi minyak bumi, biodiesel termasuk bahan bakar ramah lingkungan. Emisi gas buang yang dihasilkan dari pembakaran biodiesel jauh lebih kecil dari solar. Tak hanya itu, penggunaan biodiesel juga cukup mudah. Khusus kendaraan bermesin diesel, biodiesel tinggal dicampurkan dengan solar dengan perbandingan 1 : 9 hingga maksimal 1 : 3 tanpa menimbulkan efek negatif terhadap mesin kendaraan.

Dari sisi biaya, Soni menjelaskan, harga bahan bakar biodiesel saat ini memang masih relatif mahal ketimbang solar, yaitu sekitar Rp 4.000 per liter. Tapi, dengan pengembangan teknologi, tak mustahil biodiesel menjadi alternatif penganti bahan bakar solar. Selain minyak sawit, biodiesel juga bisa peroleh dari 43 jenis tanaman lainnya. Di antaranya minyak kedelai, kemiri, dan bunga matahari.

Soni menambahkan, BPPT saat ini telah mendirikan dua buah pabrik biodiesel, yakni di Serpong, Tangerang, Banten, dengan kapasitas produksi 1,5 ton per hari dan di Pekanbaru, Riau, yang mampu memproduksi 8 ton biodiesel per hari. Untuk Indonesia, yang paling berpotensi dikembangkan setelah sawit adalah minyak yang berasal dari tanaman jarak pagar.(ORS/Aldi Yarman dan Jhoni Marcos)
    Artikel Selanjutnya
    Aksi Nyata Propan Selamatkan Bumi
    Artikel Selanjutnya
    Jonan Minta Astra Perhatikan Kelestarian Lingkungan PLTU Jawa 4