Pemilu Lancar, Presiden Berterima Kasih

  • Politik
  • 0
  • 08 Apr 2004 14:27

080404bMegawati.jpg
Liputan6.com, Jakarta: Presiden Megawati Sukarnoputri berterima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia serta semua pihak yang membantu proses pemilihan umum 5 April yang berjalan tertib, aman, dan lancar. "Adanya kekurangan itu wajar. Dengan mengolok-olok Komisi Pemilihan Umum, justru akan merugikan karena akan mematahkan semangat sendiri," kata Megawati di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (8/4). Dia juga menyampaikan terima kasih kepada perwakilan negara sahabat yang mendukung pelaksanaan pemilu sejak kampanye hingga pemungutan suara.

Presiden yang juga ketua umum Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia itu mengakui, pemilu kali ini memang masih memiliki kekurangan. Salah satunya, terjadi pemilu lanjutan. Namun dia meminta agar kekurangan ini tidak menjadi bahan caci-maki.

Pernyataan Presiden memang berdasar. Pasalnya belakangan ini, KPU tengah dihujani kritikan dari berbagai kalangan. KPU dianggap lemah dalam menyajikan sistem penghitungan suara hasil pemilu.

Menurut Donny Budi Utoyo, koordinator Information Communication Technology Watch, penghitungan suara Pemilu 2004 dinilai lamban. Dia heran bila kecepatan suara yang dihimpun lebih cepat pada Pemilu 1999 dibanding 2004. Saat itu peralatan yang digunakan semimanual. Padahal di Pemilu 1999, dana yang dikeluarkan untuk logistik hanya Rp 600 miliar, tapi bisa menghitung sembilan juta suara pada hari pertama. Sekarang, dana Rp 200 miliar hanya untuk Teknologi Informasi. Suara yang masuk di hari pertama hanya sejuta [baca: Kelambanan Penghitungan Suara Disesalkan]. Donny menambahkan, hal ini terjadi karena sejak awal KPU tak mau mendengar kritik dari masyarakat.(DNP/Abbas Yahya)
Terpopuler