[VIDEO] Gelimang Harta Ratu Atut Vs Kemiskinan Rakyat Banten

  • Peristiwa
  • 0
  • 08 Okt 2013 18:23
Penangkapan adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana dalam kasus dugaan suap sengketa Pilkada Lebak, menyibak kenyataan tentang gaya hidup dinasti politik Atut yang penuh gelimpang harta dan kemewahan. Sementara kondisi kehidupan rakyatnya banyak yang masih berkubang dalam kemiskinan.

Liputan 6 SCTV, Selasa (8/10/2013) menayangkan, koleksi mobil mewah di rumah Tubagus Chaery Wardana alias Wawan di Jalan Denpasar Raya 4 Jakarta cukup menggambarkan betapa mewah kehidupan suami Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu. Masing-masing mobil ini rata-rata berharga miliaran rupiah.

Keluarga Atut selain banyak menempati posisi strategis di Banten, memang juga di kenal dengan kehidupan mewahnya. Atut sendiri diketahui memiliki sejumlah rumah mewah,.

Yang sudah terdeteksi antara lain adalah rumah di Kebon Jeruk, Kembangan, Jakarta Barat, rumah di Lengkong, Bandung, dan rumah di Jalan Bhayangkara, Serang, yang kini ditempatinya. Ia juga memiliki banyak lahan tanah yang tersebar di Serang dan Bandung, yang harganya mencapai miliaran rupiah.

Atut juga disebut-sebeut sebagai pemilik hotel berbintang dan pom bensin di Serang.

Wajah Kemiskinan

Tapi lihatlah kehidupan di sisi lain wilayah Banten. Masih lekat dalam ingatan, anak-anak harus bertaruh nyawa saat menyeberangi jembatan yang sudah rusak, di Desa Pasir Tanjung, Lebak, Banten. Wajah kemiskinan dan dan keterbelakangan ini telah menjadi sorotan dunia.

Hingga kini wajah ketertinggalan pun masih jelas terlihat di Lebak, Banten. Seperti di Kecamatan Wanasalan, Lebak, warga harus menyeberangi Sungai Cipedang, hanya menggunakan jembatan bambu yang sudah bolong dan rapuh. Warga yang hendak berobat ke puskesmas atau ke sekolah pun harus berhati-hati.

Kemiskinan memang merupakan persoalan utama yang di hadapi Banten. Berdasarkan data pusat statistik Provinsi Banten, jumlah warga miskin di Banten per Maret 2013 tercatat sebanyak 626.243 orang sementara jumlah pengangguran lebih dari 10 persen.

Persoalan kemiskinan dan keterbelakangan di Banten sangat ironis jika dibandingkan dengan pendapat asli daerah yang mencapai Rp 5 triliun. Apalagi, dinasti Gubernur Banten justru hidup dalam kemewahan. (Mut)

(Raden Trimutia Hatta)


Related Articles
Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler