Rano Karno Siap Gantikan Ratu Atut Jadi Gubernur Banten?

  • Peristiwa
  • 0
  • 04 Okt 2013 17:22

atut-rano-karno-130723c.jpg
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dikabarkan jatuh sakit setelah tahu dirinya dicegah KPK ke luar negeri. Sakitnya itu menyusul penangkapan sang adik yang kini menjadi tersangka suap Pilkada Lebak, Banten, yakni Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Kepada Wakil Gubernur Banten Rano Karno, Atut pun meminta diwakilkan untuk menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Ulang Tahun Banten ke 13 siang tadi. Sementara banyak yang memprediksi mantan aktor film itu bakal menggantikan Atut bila kasus ini berkembang menjadi serius.

Lantas siapkah Rano maju menjadi Banten 1? "Saya no comment," jawab Rano di Banten, Jumat (4/10/2013).

"Saya belum siap bicara masalah itu. Karena kondisi pemerintahan pun saat ini berjalan dengan biasa," pungkas Rano.

Sementara itu, adik Ratu Atut, Tubagus Chaery Wardana yang juga suami dari Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany resmi menjadi tersangka karena diduga memberikan uang sebesar Rp 1 miliar kepada Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. Uang diberikan melalui pengacara yang dekat dengan Akil, yakni Susi Tur Andayani.

Sehari setelah sang adik menjadi tersangka, Ratu Atut pun mendapatkan pencekalan ke luar negeri oleh KPK. Juru bicara KPK, Johan Budi menuturkan, permohonan pencegahan terhadap Atut itu disampaikan ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, terhitung sejak Kamis 3 Oktober 2013.

"Yang bersangkutan dicegah selama 6 bulan ke depan. Ini untuk pengembangan penyidikan," kata Johan dini hari tadi.

Hubungan Rano dan Atut sempat dikabarkan tak harmonis. Politisi PDIP asal Banten Dedi 'Miing' Gumelar mengungkap, Rano tak pernah diberi kepercayaan untuk mengemban tugas selaku wakil gubernur sebagaimana mestinya.

Pria berkumis itu juga merasa dianaktirikan di lingkungan Pemprov Banten. Bahkan dalam satu tahun, Rano-Atut hanya bertemu beberapa kali saja. Namun hal itu telah dibantah Rano.

"Saya sayangkan Mi'ing tidak harus bilang ke media. Itu hanya isu bulan puasa saja," kata Rano 9 Agustus 2013 lalu. (Ndy/Mut)

Credit: Nadya Isnaeni


Related Articles
Terpopuler