Sukses

[VIDEO] Demo Mesir Marak di Sejumlah Daerah

Perang saudara di Mesir yang diwarnai tragedi berdarah memicu aksi solidaritas mahasiswa di tanah air dan protes ke kantor kedubes Mesir di Jakarta. Mereka mengutuk kejahatan kemanusiaan yang dilakukan tirani militer terhadap warga sipil dan mendesak kekerasan itu segera dihentikan

Dalam tayangan Liputan 6 SCTV, Sabtu (17/8/2013) dini hari, ribuan umat Islam memadati halaman depan Masjid Agung di Jalan Diponegoro, Medan, Sumatera Utara, usai salat Jumat. Mereka menggelar aksi solidaritas bagi warga sipil di Mesir yang tewas akibat dibantai pihak militer dengan berondongan senjata.

Dalam aksinya, mereka mendesak pemerintah Indonesia segera menarik duta besarnya dari Kair, Mesir, karena pemerintahan sementara Mesir berlaku biadab terhadap rakyat sipil. Menurut pendemo, aksi tentara Mesir sudah tidak manusiawi karena secara membabi-buta menembaki rakyatnya sendiri yang merupakan pendukung mantan Presiden Morsi.

Sementara di Jakarta, massa dari Hizbut Tahrir Indonesia mendatangi Kedubes Mesir di Jalan Teuku Umar. Jakarta Pusat. Berbekal spanduk dan poster berisi kecaman terhadap militer Mesir, pendemo mendesak agar kekerasan bersenjata terhadap rakyat sipil segera dihentikan. Sebab kekerasan dari pihak militer terhadap rakyatnya sendiri adalah tindakan tak masuk akal.

Aksi solidaritas juga dilakukan Aliansi Masyarakat Yogyakarta untuk Kemanusiaan pada Jumat 16 Agusutus siang. Mereka menggelar aksi jalan kaki dari kantor DPRD Jalan Malioboro menuju Prapatan Kantor Pos Besar. Dalam aksinya, pendemo mengutuk aksi pembantaian yang dilakukan junta militer Mesir terhadap pendukung mantan Presiden Morsi.

Aksi kemanusian ini dilanjutkan dengan menggelar salat ghoib berjamaah dan mendoakan agar rakyat Mesir yang menjadi korban pembantaian menjadi syahid.

Di Makassar, Sulawesi Selatan, massa peduli rakyat Mesir melakukan aksi solidaritas di Jalan Urip Sumohardjo. Berbekal spanduk dan banner bergambar korban pembantaian di Mesir, mereka mengutuk aksi tirani anggota militer Mesir yang menewaskan ribuan rakyat sipil.

Mereka berharap PBB dan Organisasi Konferensi Islam segera menghentikan tirani militer Mesir dan mendesak pelaku tirani dibawa ke Mahkamah Internasional. (Ali)