Enam Jenazah Anggota Kopassus Dimakamkan

  • Sosial & Budaya
  • 0
  • 07 Okt 2003 19:57

071003cKopasus_Makam.jpg
Liputan6.com, Purwakarta: Pemakaman jenazah enam dari delapan anggota Komando Pasukan Khusus yang tewas saat latihan persiapan HUT ke-58 TNI di Lhokseumawe, Aceh, dilakukan Selasa (7/10) siang di sejumlah kota. Di Purwakarta, Jawa Barat, dan Surakarta, Jawa Tengah, penguburan jenazah Prajurit Kepala Mohammad Sosi Suhendra dan Prajurit Satu Sigit Prasetyo Hendarto berlangsung dalam suasana emosional.

Dari pemantauan SCTV, kehadiran jenazah Praka Mohammad Sosi Suhendra disambut tangisan ibunya yang bernama Aning Setyaningsih. Dia mengaku sangat sedih. Harapannya melihat anaknya meraih kebanggaan bersama Pasukan Kopassus pupus bersamaan dengan tibanya peti jenazah berisi tubuh putranya di rumahnya di kawasan Kampung Sawit, Purwakarta.

Selain keluarga dan tetangga, pemakaman almarhum lelaki kelahiran 1980 itu dihadiri ratusan kerabat almarhum. Jenazah Sosi dikubur di samping makam sang ayah di tempat pemakaman umum setempat.

Suasana serupa juga terlihat saat pesawat yang membawa jenazah Prajurit Satu Sigit Prasetyo Hendarto tiba di Bandara Adi Sumarmo Surakarta. Keluarga almarhum tak mampu menahan kesedihan tatkala Komandan Resor Militer Surakarta menyerahkan jasad Sigit kepada mereka. Sigit lahir 24 tahun silam dan bergabung dengan Kopassus pada 1998. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bakti Surakarta.

Dua jenazah anggota Kopassus lainnya tiba di Bandar Udara Djuanda Surabaya, Jawa Timur, siang tadi. Kedua jenazah itu adalah almarhum Sersan Satu Slamet Budiono dan Prajurit Kepala Chairul Anam. Suasana haru menyelimuti upacara penyambutan. Begitu peti jenazah keluar dari perut pesawat Hercules A 1317 yang berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, keluarga korban tak mampu menahan tangis. Begitu juga dengan rekan-rekan almarhum yang lain baca: <a href=http://www.liputan6.com/fullnews/64013.html>Dua Jenazah Anggota Kopassus Tiba di Surabaya</a> atau teknik turun dari ketinggian di Lhokseumawe, Sabtu pekan silam. Stabo adalah semacam operasi yang digunakan untuk mengevakuasi pasukan keluar dari daerah sasaran musuh secepatnya. Stabo dilakukan manakala sebuah helikopter sulit mendarat di daerah yang rawan.

Namun, saat helikopter pada ketinggian 600 hingga 800 kaki, angin bertiup kencang. Tak pelak, pesawat oleng. Sesuai prosedur situasi kritis, pilot memang harus memutus tali pengikat prajurit yang tengah bergelantungan. Meski posisi kedelapan personel masih teralu tinggi, tali pengikat harus diputus. Saat itulah kedelapan personel Kopassus jatuh ke laut, hingga akhirnya ditemukan tewas baca: <a href=http://www.liputan6.com/fullnews/63942.html>Delapan Anggota Kopassus Ditemukan Tewas</a>

Like this article?

0 likes & 0 dislikes


Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler