by

Delapan Anggota Kopassus Ditemukan Tewas

  • Daerah
  • 0
  • 06 Okt 2003 23:19
Liputan6.com, Lhokseumawe: Pencarian delapan anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang jatuh di perairan Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam, akhirnya membuahkan hasil. Kedelapan personel itu ditemukan tewas. Jenazahnya terapung di atas laut, Senin (6/10), sekitar pukul 14.30 WIB. Rencananya, jenazah kedelapan prajurit itu akan diterbangkan dari Lhokseumawe ke Jakarta.

Kedelapan korban tersebut masing-masing adalah Sersan Dua Maksum, Prajurit Dua Nainggolan, Prajurit Kepala Sigit, Praka Afiyanto, Sersan Satu Slamet Budiono, Praka Khoirul Anam, Praka M. Dodi Suhendra, dan Praka Sugiono. Korban ditemukan 500 meter dari lokasi mereka jatuh. Saat ditemukan, delapan prajurit itu masih dalam keadaan terikat satu sama lain. Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi ke Pelabuhan Umum Krung Gekuh dan langsung dibawa menuju Rumah Sakit TNI Angkatan Darat di Lhokseumawe.

Peristiwa tragis ini berawal dari aksi delapan anggota Kopassus dari Detasemen 81 Antiteror yang tergabung dalam Detasemen Cakra dalam perayaan HUT ke-58 TNI, Sabtu pekan silam. Mereka mengikuti latihan manuver Stabilize Tactical Air Building Operation (Stabo) atau teknik turun dari ketinggian. Stabo adalah semacam operasi yang digunakan untuk mengevakuasi pasukan keluar dari daerah sasaran musuh secepatnya. Stabo dilakukan manakala sebuah helikopter sulit mendarat di daerah yang rawan.

Namun, saat helikopter pada ketinggian 600 hingga 800 kaki, angin bertiup kencang. Tak pelak, pesawat pun oleng. Sesuai prosedur situasi kritis, pilot memang harus memutus tali pengikat prajurit yang tengah bergelantungan. Meski posisi kedelapan personel masih terlalu tinggi, tali pengikat harus diputus. Saat itulah kedelapan personel Kopassus jatuh ke laut, hingga akhirnya ditemukan tewas pada hari ini [baca: Delapan Anggota Kopassus Hilang di Perairan Lhokseumawe].(SID/Muhammad Nassier)
Comments
Sign in to post a comment