Kisah Wanita Penembak Jitu di Garis Depan Perang Suriah

  • Internasional
  • 0
  • 24 Jun 2013 07:45

wanita-pejuang-130623b.jpg
Konflik bersenjata di Suriah tidak hanya melibatkan kaum laki-laki. Konflik yang pecah sejak Maret 2011 itu saat ini telah melibatkan perempuan, bahkan anak-anak.

Nora Husari menjadi salah satu perempuan yang terlibat dalam perang Suriah tersebut. Sebelum terjadi perang, perempuan 23 tahun ini bekerja di salon kecantikan, namun saat ini dia menenteng AK-47, bertaruh nyawa di medan perang.

"Saya melihat anak-anak dan perempuan menangis di depan mata saya karena Bashar Al Assad membunuh ayah, saudara atau suami mereka," kata Husairi seperti dikutip NBC News Minggu (23/6/2013).

Husairi merasa ratapan anak-anak dan perempuan itu disebabkan oleh pemerintahan Presiden Bashar Al Assad. Oleh sebab itu, dia memutuskan bergabung dengan Tentara Pembebasan Suriah yang disebut pemerintah sebagai kelompok pemberontak.

"Itu membakar hati saya dan membuat saya semakin benci rezim ini, oleh sebab itu saya memutuskan untuk berperang," dia menambahkan. Husairi pun menjadi sniper alias penembak jitu di garis depan peperangan.

Husairi mengklaim setidaknya telah membunuh 8 tentara pemerintah. "Ada banyak wanita yang bisa membantu di rumah sakit. Tapi misi saya di medan perang dan garis depan," ujar Husairi.

Apa yang dilakukan ini sangat jauh dari bayangannya sebelum perang berkecamuk, ketika dia menata, merawat, dan memanjakan wanita di salon kecantikan di Aleppo. Kini dia berada di tengah desingan peluru dan dentuman bom. Dan langkahnya diikuti oleh perempuan Suriah lainnya.

Menurut Direktur Pusat Kajian Timur Tengah Universitas Oklahoma Joshua Landis, pejuang perempuan di Suriah tergolong jarang. Sebab, sebagian besar warganya beraliran konservatif. "Ada beberapa pejuang wanita di antara kaum pemberontak. Tapi jumlah mereka masih sedikit," kata Landis. (Eks)

Credit: Eks

Terpopuler