Ditemukan, Fosil Ikan Purba Mengerikan dengan Perut Berotot

  • Internasional
  • 0
  • 17 Jun 2013 18:18
Selama ini hanya hewan darat yang diketui memiliki otot perut. Namun, baru-baru ini para ilmuwan menemukan otot yang sama juga dimiliki ikan ganas dari zaman purba.

Para ilmuwan baru-baru ini menemukan fosil ikan mengerikan, mirip hiu, yang memiliki otot perut. Tim yang beranggotakan para ilmuwan internasional menemukan fosil tersebut di daerah terpencil di Kimberley, Australia Barat.

Paleontolog dari Australia, Prancis, dan Swedia menemukannya di batuan Gogo Formation, di mana karang purba yang diawetkan dengan nyaris sempurna. Fosil lebih dari 50 spesies sebelumnya ditemukan di sana.

Situs sains New Scientist menyebut, ikan purba dengan tubuh "berlapis baja" -- dengan perisai kepala dan dada dari pelat tulang -- itu adalah ikan pertama di dunia yang memiliki otot perut, sekaligus otot tertua yang pernah ditemukan.

"Sebelumnya, kami tak menyangka ikan ini memiliki otot perut. Mereka punya otot yang sama yang dimiliki manusia," kata paleontolog dari Finders University, John Long, kepada ABC seperti dilansir kembali oleh News.com.au.

Bahkan hiu tak memiliki otot serupa. "Demikian juga dengan semua ikan yang hidup saat ini. Sebaliknya, semua mahluk berkaki empat seperti reptil, juga mamalia darat, dan burung."

Sementara, Kate Trinajstic dari Curtin University mengatakan, "Kami tercengang saat mengetahui nenek moyang ikan punya otot perut."

Dia menambahkan, juga amat jarang ditemukan jaringan lunak dalam  fosil placodermi ditemukan. Si ikan adalah pengecualian.

Sementara kebanyakan fosil hanya mempertahankan bagian keras hewan, seperti tulang dan gigi.

Ikan purba yang belum dinamai tersebut punya penampilah sekokoh tank lapis baja, di kepala dan tubuhnya. Ia bisa tumbuh hingga sepanjang 10 meter.

Para ilmuwan kini berusaha menjawab misteri keberadaan otot perut itu. "Jika otot kepala dan leher ikan (placodermi) sudah terjawab, kini paleontologis harus mencari tahu apa kegunaan otot perut pada ikan," kata Philip Anderson dari University of Massachusetts. (Ein/Yus)

Credit: Ein

Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler