by Oscar Ferri

`PRJ Tandingan` Dibuka, JIExpo: Kalau Mau Gratisan Ya di Monas

  • Peristiwa
  • 0
  • 14 Jun 2013 16:18
Acara Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD) 2013 yang akan resmi dibuka Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI di Monas, Jakarta Pusat, Jumat sore mendapat respons baik dari berbagai kalangan. Salah satunya dari pihak JIExpo yang disebut-sebut sebagai tandingan acara tersebut.

"Saya mendukung Pekan Produk Kreatif Daerah 2013 yang akan resmi dibuka Pemprov DKI di Monas, Jakarta Pusat, sore nanti," ujar Direktur Marketing PT Jakarta Internasional (JIExpo) Ralph Scheunemann di Arena PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2013).

Pada acara yang diprakarsai oleh Pemprov DKI itu, baik pengunjung maupun UKM yang jadi peserta PPKD tidak ditarik tarif alias gratis.

Namun Ralph dari pihak JIExpo mengungkapkan memang tidak mungkin membuat stand secara gratis di Arena PRJ Kemayoran untuk seluruh UKM, seperti yang dilakukan Pemprov DKI di PPKD Monas.

"Kalau yang mau gratisan, ya di Monas itu. Tapi kan tidak mendidik. Karena kalau kami tidak mungkin bikin semuanya gratisan. Dan gratisan itu ada, karena dananya dari APBD kan," ujar Ralph.

Lalu jika tidak gratis, berapa tarif sewa untuk stand bagi UKM yang disediakan di Arena PRJ Kemayoran? Ralph menjelaskan, harga sewa yang dikenakan kepada setiap UKM adalah Rp 2,5 juta per meter.

"Itu untuk 32 hari penyelenggaraan. Sudah murah. Tapi kalau untuk 5 hari penyelenggaraan itu Rp 1,5 juta per meter," tutur Ralph.

Pameran yang bertajuk Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD) 2013 akan dibuka Pemerintah Provinsi DKI di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Konsep pameran ini berbeda dengan Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair yang saat ini tengah digelar di Kemayoran Jakarta.

PPKD ini oleh Pemprov DKI sengaja ditujukan untuk pameran berbagai produk usaha kecil dan menengah (UKM). Sehingga lebih murah dan terjangkau rakyat kebanyakan. Ada sekitar 80 UKM yang mengikuti pameran ini. Baik peserta maupun pengunjung pameran juga tidak dipungut biaya apapun alias gratis.

PPKD berlangsung selama 3 hari pada 14-16 Juni ini diselenggarakan sebagai persiapan dikembalikannya PRJ ke kawasan Monas pada tahun 2014 mendatang. Mengingat ditilik sisi sejarah, pada tahun 1968, PRJ pertama kali memang dihelat di Monas. Namun karena peserta dan pengunjung terus bertambah, maka sejak tahun 1992, PRJ dipindahkan ke kawasan Kemayoran.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi menilai PRJ saat ini lebih banyak didominasi oleh industri besar. Berbeda jauh dengan konsep PRJ pertama kalinya. Jokowi menegaskan tidak main-main dengan rencana memindahkan pagelaran acara PRJ ke Monas seperti dulu. Dengan demikian, acara tersebut dapat dinikmati semua lapisan masyarakat. (Tnt/Sss) (Tanti Yulianingsih )
Comments
Sign in to post a comment