by Luqman Rimadi

Warga Pondok Indah Tolak Busway, Jokowi: Cek Siapa yang Protes

73935
  • Peristiwa
  • 0
  • Selasa, 11 Juni 2013 11:39
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku belum tahu adanya protes warga terhadap jalur bus Transjakarta atau busway di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan. Pria yang karib disapa Jokowi itu mempertanyakan penolakan warga terhadap jalur Transjakarta tersebut.

"Memangnya kenapa diprotes? Saya belum tahu," ujar Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, (11/6/2013). Dia mengaku ingin tahu, siapa saja yang memprotes adanya jalur bus Transjakarta di kawasan perumahan elite tersebut.

Sebelumnya, warga sekitar Jalan Arteri Pondok Indah memprotes jalur Transjakarta di kawasan itu. Mereka menilai jalur itu sebagai biang kemacetan. Mereka meminta jalur bus itu dipindahkan ke Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Menurut Jokowi, untuk memindahkan jalur Transjakarta tersebut tidaklah mudah, harus dilakukan kajian terlebih dulu. Jika tidak ada kajian, bisa saja pemindahan jalur tersebut justru malah menciptakan titik kemacetan baru.

"Kalau dipindahin dari titik lain ke titik lainnya itu harus dikaji dulu, tambah menjadikan lebih baik atau malah memacetkan. Kita seperti itu kajiannya, harus kajian makronya ada, kajian detailnya harus ada. Tidak mau yang spontan-spontan, cek juga siapa yang protes," katanya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Basuki T Purnama atau biasa disapa Ahok mengatakan Transjakarta bukanlah penyebab kemacetan di daerah Pondok Indah. Penyebab kemacetan di tempat itu adalah jumlah kendaraan yang semakin bertambah.

Menurut Ahok, penyediaan bus Transjakarta di Pondok Indah tujuannya untuk mempermudah akses bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Mal Pondok Indah. Supaya tidak hanya orang-orang yang berkendara dengan mobil pribadi saja yang bisa mengunjungi mal di Jakarta Selatan itu.

"Emangnya orang biasa nggak boleh naik bus ke Pondok Indah? Emang orang naik bus nggak boleh main ke mal? Penyebab kemacetan itu jumlah mobil yang lebih banyak. Transjakarta buat ngurangin," ujar Ahok. (Eks/Mut) (Eks)
Comments
Sign in to post a comment