Warga Nonton Hitung Cepat, Rumah Orangtua Ganjar Ramai

  • Politik
  • 0
  • 26 Mei 2013 14:38

ganjar-5-130526b.jpg
Suasana riuh tampak mewarnai rumah orang tua calon gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di desa Semangun Daleman, Kutoarjo, Purworejo. Keriuhan terjadi ketika menonton bareng hitung cepat versi lembaga survei di televisi yang rata-rata mengunggulkan pasangan Ganjar-Heru di posisi teratas.

Pantauan Liputan6.com, Minggu (26/5/2013), warga telah memenuhi halaman rumah orangtua Ganjar sejak pukul 10.00 WIB. Setelah pukul 13.00 WIB dan hitung cepat dimulai, warga tampak serius menyaksikan acara hitung cepat di layar televisi.

Sesekali tampak warga, berteriak meneriakkan nama Ganjar. Apalagi, setelah perolehan suara yang masuk dalam hitung cepat tersebut sudah melebihi 50 persen. Warga pun semakin heboh.

Salah seorang warga, bernama Kliwon (65), mengaku sengaja datang kerumah tetangganya itu untuk menyaksikan acara hitung cepat bersama warga lain. Ia mengaku bangga ada warga desanya yang akan menjadi gubernur.

"Saya bangga, bangga ada warga desa sini bisa jadi gubernur Ganjar itu dari kecil orangnya memang cerdas. Ia pantas jadi gubernur," ujar Kliwon yang telah tinggal didesa Semangun Daleman sejak 40 tahun lalu.

Selain para tetangga, Ibunda Ganjar Sri Suparni yang sudah berumur lanjut, juga menyaksikan hitung cepat. Ia tampak serius. Ia memperhatikan angka-angka di layar televisi yang sesekali menunjukkan perubahan karena perolehan suara anaknya terus meningkat.

Ganjar yang pada saat hitung cepat dimulai sedang tak di rumah itu, tiba-tiba muncul. Warga pun langsung mengerumuni Ganjar bersama istrinya tersebut. Sambil tersenyum, Ganjar meminta warga tak terlalu heboh dulu sebelum hasil hitung cepat ditutup.

"Tenang-tenang, ini kan belum selesai, berdoa dulu, ini masih bisa berubah," ujar Ganjar kepada para tetangganya itu.

Ia pun menganggap melihat hasil quick count di beberapa lembaga survei itu telah Ia duga sebelumnya. "Biasa saja, prediksi teman-teman di angka 40-an, mendekati apa yg diprediksi, dengan tren seperti ini kita berdoa saja," ujarnya. (Yus/*)

Credit: Yus Ariyanto

Terpopuler