Aparat Tak Akurat Soal Pelaku Pembantaian Sadis Tentara Inggris?

By Elin Yunita Kristanti

on May 23, 2013 at 22:20 WIB

Sebelum menjalankan aksi sadisnya, dua pelaku pembantaian tentara Inggris di London, menurut sumber Whitehall -- parlemen Inggris sebenarnya sudah masuk radar aparat keamanan Inggris.

Salah satu pelaku teridentifikasi sebagai Michael Adebolajo, yang berusia 28 tahun. Dia dan tersangka lainnya saat ini ditahan sembari menjalani perawatan di rumah sakit setelah dilumpuhkan oleh aparat keamanan.

Sumber, seperti dimuat BBC, Kamis (23/5/2013), mengatakan, dua pria itu muncul dalam "sejumlah penyelidikan" dalam beberapa tahun terakhir. Namun,  tidak dianggap berpotensi merencanakan serangan . Sebuah penilaian yang "tidak akurat".

Sumber juga menegaskan salah satu tersangka pernah dicegat oleh polisi tahun lalu saat meninggalkan Inggris. Menurut sumber BBC lain, Michael Adebolajo dikenal cerdas saat masih kuliah.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris, David Cameron mengatakan, Inggris tak akan menyerah dengan teror ataupun terorisme.

Bicara di muka kantor perdana menteri, Downing Street No. 10, ia mengatakan, "cara terbaik untuk mengalahkan teroris adalah dengan melanjutkan kehidupan normal kita."

Dia mengatakan, Islam tak ada kaitannya dengan serangan itu. Tak ada pembenaran dalam agama tersebut. "Semata-mata dan murni tanggung jawab pribadi yang melakukannya."

PM Cameron bertemu tokoh masyarakat, termasuk perwakilan dari Muslim, Sikh dan kelompok Kristen, dan akan mengunjungi barak militer Woolwich.

Ditembak Polisi

Setelah membantai korbannya, dua pelaku bukannya lari. Mereka bahkan bicara di depan kamera, melontarkan kata-kata politis.

Saat polisi datang ke lokasi kejadian bahkan tak punya kesempatan ke luar mobil patroli. "Polisi harus menembaknya karena salah satu pelaku menerjang ke arah mereka," kata saksi mata, Graham Wilders.

Sementara, Kepolisian Metropolitan mengatakan, polisi tiba di TKP 9 menit dari panggilan ke nomor darurat 999 diterima, dan pasukan bersenjata ke sana dalam waktu 14 menit. (Ein)

Credit Ein

Suka artikel ini?
Elin Yunita Kristanti
Elin Yunita Kristanti

  Full bio »

0 Comments