Mengajar Meski Lumpuh, Een `Kartini` Berharap Sua SBY

on

Berlokasi di sebuah Dusun Batu Karat, Desa Cibeureum, Sumedang, Jawa Barat, tinggal seorang pahlawan pendidikan tanpa tanda jasa. Namanya Een Sukaesih.

Dalam kehidupannya yang sederhana, Een kerap menerima tamu puluhan siswa di daerah rumahnya. Dia memberikan pelajaran dan pengajaran.

Tak ada barang mewah atau berharga tersimpan di rumahnya. Hanya sejumlah piagam penghargaan yang justru tak ternilai harganya yang memang pantas diberikan bagi Een karena dedikasinya dalam dunia pendidikan. Bagi para siswa ini, belajar bersama Ibu Een sangat asyik dan menyenangkan.

Masuk dalam daftar kandidat penerima Liputan 6 Awards kategori Pendidikan, Een diundang SCTV ke Jakarta, Kamis (23/5/2013). Dengan bantuan sanak saudara dan tetangga, untuk pertama kalinya Een diangkat dari atas tempat tidurnya dan dinaikkan ke atas blangkar untuk menuju Jakarta.

Dia ditemani anggota keluarga. Kesempatan ini tak ingin disia-siakan Een. Ia sangat berharap bisa bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kepada SBY, Een ingin menyampaikan beberapa keinginan terkait fenomena pendidikan yang ia rasa cukup mengkhawatirkan. Salah satunya situasi pendidikan saat ini. Masih banyak yang belum mendapatkan pendidikan yang layak, mulai dari tenaga pengajar, fasilitas, dan akses untuk memperoleh pendidikan.

Een merupakan lulusan Sekolah Pendidikan Guru dan D3 IKIP Bandung Jurusan Bimbingan dan Konseling. Dia tiba-tiba mengalami kelumpuhan, sehingga gagal menjadi guru di sekolah.

Namun, kondisi ini tak membuatnya kecewa. Dia membaktikan diri dengan mengajar anak-anak dari rumah. Dari atas tempat tidurnya, Een mengajar anak-anak di lingkungannya. (Ais/*)
Suka artikel ini?

0 Comments