Demo Ratusan Dokter di Istana Juga Protes KJS Jokowi-Ahok

  • Peristiwa
  • 0
  • 20 Mei 2013 12:01

demo-dokter-130521a.jpg
Pelayanan kesehatan terutama penggratisan biaya kesehatan bagi para dokter dinilai hanya kebijakan politik saja. Sebab, hal itu secara tidak langsung mengakibatkan menurunnya pelayanan dokter. Hal inilah yang membuat ratusan dokter berdemo di Istana Kepresidenan.

"Kami melihat ada yang salah dari sistem kebijakan di Indonesia. Seperti pengurangan anggaran kesehatan, baik di pusat maupun di daerah," kata salah satu dokter yang tergabung dalam Dokter Indonesia Bersatu (DIB), Andhika Ari di depan Istana Merdeka, Senin (20/5/2013).

Dia menyatakan, seperti yang terjadi saat ini, profesi dokter dipolitisasi. Saat akan pemilihan kepala daerah, kesehatan dan pendidikan digratiskan.

Para demonstran ini juga mengambil contoh kebijakan Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang dicetuskan Gubernur Joko Widodo atau Jokowi dan Wakil Gubernur Basuki T Purnama atau Ahok. Efeknya, masyarakat yang hanya mengalami sakit ringan dan belum layak untuk dibawa ke dokter berlomba-lomba ke puskesmas untuk berobat.

"1 Hari dokter bisa melayani ratusan pasien. Padahal dokter memeriksa pasien minimal 30 menit. Hasilnya, pelayanannya tidak maksimal karena secara tidak langsung dokter juga memikirkan antrean panjang pasien," ujarnya.

Meski demikian, dia tetap bertekad untuk menjalankan profesinya sebagai dokter. "Kelelahan pasti, pelayanan jadi kurang. Tapi kami tetap melayani karena kami mengabdi, kami siap sedia," tutur Andhika.

Aksi unjuk rasa ini bertepatan dengan Hari Bakti Dokter Indonesia. Presiden SBY dalam akun twitter resminya menyampaikan selamat Hari Bakti Dokter Indonesia. "Saya yakin kualitas dokter Indonesia. Saya percaya kualitas bahan obat Indonesia. #IndonesiaBisa. *SBY*" tulis SBY dalam akun twitter @SBYudhoyono. (Frd/*)

Credit: Frd

Terpopuler