Disindir Ahok Rebutan Camry, Komnas HAM: Jangan Tuduh Macam-macam

  • Peristiwa
  • 0
  • 16 Mei 2013 21:09
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku heran dengan sikap Komnas HAM membela warga Waduk Pluit, Jakarta Utara, yang menolak digusur Pemprov DKI Jakarta. Ahok pun menyinggung persoalan internal Komnas HAM dengan sindiran, "rebutan Camry." Lantas apa tanggapan Komnas HAM?

"Tidak betul kami berebut Camry, tuduhan yang sangat disesali. Jadi jangan menuduh yang macam-macam. Kalau ingin itu (Camry), jangan masuk Komnas HAM. Karena di sini memperjuangkan hak orang kecil," kata Komisioner Komnas HAM Siane Indriani saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Kamis (16/5/2013) malam.

Siane menuturkan, kenikmatan dan fasilitas bukan menjadi prioritas bagi pegiat pembela HAM. Hal itu bisa didapatkan saat mereka aktif di bidang lainnya.

"Kami terpanggil karena yang dipekerjakan rakyat kecil yang tidak mendapatkan hak-haknya yang terampas," jelas dia.  "Mereka (orang-orang kecil) datang ke Komnas karena pilihan terakhir, setelah di tempat lainnya tidak mendapatkan."

Siane menampik tudingan Ahok yang menyatakan Komnas HAM membela pengusaha di Waduk Pluit. Pihaknya mempersilakan Ahok untuk membuktikan tuduhan itu. "Silakan saja buktikan. Saya tidak pernah ada beking-beking seperti. Itu tuduhan yang menyakitkan. itu mencederai jati diri Komnas HAM," tegasnya.

Menurut Siane, masyarakat dapat melihat pemimpinnya bijak atau tidak dari ucapannya. Sebab saat ini masyarakat sudah cerdas mencermati kebijakan para pemimpinnya.

"Untuk mengetahui orang bijaksana atau tidak, dan bagaimana karakter orang itu, bisa dilihat bagaimana dia bicara di publik," tutup Siane.

Ahok sebelumnya mengaku heran dengan sikap Komnas HAM yang membela warga Waduk Pluit yang menolak digusur oleh Pemprov DKI. Ahok mensinyalir pengusaha yang membangun gedung usaha di kawasan bantaran Waduk Pluit-lah yang membekingi penduduk yang menyewa lahan kepada warga untuk dihuni. Hal itu guna menjaga agar lahan tersebut tetap mereka kuasai.

"Makanya saya bilang, Komnas HAM mau bela ini? Bela orang (pengusaha) seperti ini? Saya meragukan HAM itu apa," ujar Ahok di Balaikota, Jakarta.

Konflik Camry

Rebutan Camry yang dimaksud Ahok merujuk pada konflik internal Komnas HAM pada Februari lalu. Ketua Komnas HAM Otto Nur Abdullah mundur dari jabatannya. Padahal sedianya memimpin hingga Agustus. Pemicunya, diberlakukan tata tertib baru yang mengatur masa jabatan Ketua Komnas HAM hanya 1 tahun. Sebelumnya selama 2,5 tahun.

Anggota Komisi III DPR Ahmad Yani menilai konflik yang terjadi di dalam internal Komnas HAM sangat memalukan. Apalagi dipicu berebutan fasilitas yang didapat Ketua Komnas HAM. "Jadi itu sangat memalukan betul. Ini urusan mobil Camry, hanya berebut fasilitas protokoler saja," ungkap Yani pada 11 Februari lalu.

Menurut politisi PPP ini, seharusnya anggota Komnas HAM bisa bekerja maksimal tanpa harus menjadi seorang ketua.  "Kalau ribut terus, kami akan cabut saja mandatnya dan kita pilih yang baru lagi," tukas Yani. (Ali/*)

Credit: Muhammad Ali

Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler