Ahok: Komnas HAM Terhormat, HAM Apa yang Dilanggar? Hamburger?

  • Peristiwa
  • 0
  • 16 Mei 2013 20:12

ahok130427b.jpg
Geregetan dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang dinilai salah mendefinisikan HAM, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ingin sekali bisa menguliahi mereka. Dia menyesalkan keberpihakan Komnas HAM kepada warga yang telah terprovokasi para pengusaha pemilik kepentingan di kawasan Waduk Pluit.

"Komnas HAM yang terhormat. Mesti ditinjau ulang tuh pengertiannya Komnas HAM," cetus Ahok di Balaikota, Jakarta, Kamis (16/5/2013).

"Perlu saya kasih kuliah umum mereka soal HAM itu apa? Ya, saya jelasin HAM itu apa gitu lho," imbuhnya.

Keberpihakan Komnas HAM ini menurut Ahok, menandakan secara tidak langsung lembaga yang diketuai Siti Noor Laila itu membela pengusaha yang ingin merebut lahan negara di Waduk Pluit. Padahal, kebijakan Pemrov DKI merelokasi bantaran Waduk Pluit memiliki alasan yang jelas, yakni mengantisipasi musibah banjir yang berpotensi menenggelamkan Jakarta.

"Kalau ini (bendungan atau pintu air) roboh, apa komentar orang terhadap Pak Gubernur dan saya? Mereka akan mengatakan kami membiarkan orang mati kan? Ini melanggar HAM!" ujar Ahok.

"Tapi ketika kami mau memindahkan mereka ke tempat yang lebih baik, bagaimana dianggap melanggar HAM? Jadi yang dibelain ini yang nyewa-nyewain ini. Ini yang melanggar HAM-nya dia! HAM apa yang dilanggar? Hamburger?" sindir Ahok.

Sebelumnya mantan Bupati Belitung Timur itu memaparkan, sebenarnya pengusaha-pengusaha yang membangun gedung usaha di kawasan bantaran Waduk Pluit-lah yang membekingi penduduk yang menyewa lahan kepada warga untuk dihuni. Ini dilakukan untuk menjaga lahan tersebut tetap bisa dikuasai mereka.

"Makanya saya bilang, Komnas HAM mau bela ini? Bela orang seperti ini? Saya meragukan HAM itu apa," ujar Ahok.

"Kalau merebut lahan negara, itu namanya otak orang komunis. Itu ingetin kita ke cerita komunis yang merampok tanah orang. Kita harus tegas," cetus Ahok 15 Mei lalu. (Ndy/*)

Credit: Nadya Isnaeni

Like this article?

0 likes & 0 dislikes


Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler