Kisah Jokowi Merasakan Naik Kopaja dan Metromini

  • Peristiwa
  • 0
  • 16 Mei 2013 14:27

kopaja-130516b.jpg
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ternyata mempunyai cerita tersendiri mengenai buruknya sistem transportasi di DKI Jakarta. Tekadnya untuk memperbaiki transportasi umum di Jakarta salah satunya didasari pengalamannya terdahulu sebagai penumpang Kopaja dan Metromini.

Jokowi bercerita, saat dia merantau ke Jakarta, bekerja selama 2 tahun, ia telah terbiasa naik angkutan Kopaja atau Metromini yang kondisinya sangat memprihatinkan.

"Tahun 1985 waktu itu dua tahun kerja di Jakarta naiknya itu. Dulu busnya itu, kondisinya sudah jelek, saya naik itu-itu saja dari Klender ke Pasar Rumput, ugal-ugalannya sama seperti sekarang," ujar Jokowi dalam sebuah diskusi di Gedung BPKP, Jakarta Timur, Kamis, (16/5/2013).

Itu cerita ketika Jokowi masih belum jadi gubernur. Setelah Jokowi menduduki kursi DKI 1, mantan Walikota Solo ini menganggap kondisi Kopaja-Metromini tak jauh berbeda ketika masa masih bekerja di ibukota.

"Itu tahun 1985, sekarang saya naik masih itu-itu saja Metromini-nya. Bedanya hanya kalau dulu sopirnya tua, sekarang lebih muda," kata Jokowi sambil tertawa.

Ia menggambarkan, bagaimana kondisi metromini saat ini. Reot, tanpa pengukur kecepatan. Celakanya tak jarang Metromini-Kopaja ini melaju tanpa rem.

"Setelah saya cek, Kopaja dan Metromini di sini, hampir 100 persen nggak ada speedometernya, remnya pun ada yang punya ada yang tidak. Jadi kalau 2 bulan lalu ada bus yang nabrak pos polisi nggak heran saya," ucap Jokowi.

"Kalau ada remnya ya pasti milih nabrak yang lain, ndak mungkin nabrak pos polisi dong," seloroh Jokowi terkekeh.

Agar pengalamannya menumpang naik Metromini dan Kopaja tua tak terulang lagi, Jokowi mengatakan, selama 1  tahun ke depan akan mengganti armada bus sedang tersebut dengan kendaraan baru.

"Semuanya yang jelek-jelek kita ganti dengan yang pakai AC. Kemarin kita sudah tambah 40 Kopaja AC P20 jurusan Senen-Lebak Bulus, dan Kopaja S13 (Ragunan-Grogol). Nanti bertahap akan kita tambah lagi 20 unit," ujar Jokowi. (Ary/*)

Credit: Ary

Terpopuler