Ikaragil Jakarta Menggelar Acara Silaturahmi

  • Citizen6
  • 0
  • 13 Mei 2013 13:08

130513bikaragil.jpg
Citizen6, Yogyakarta: Ikaragil atau yang lebih dikenal dengan Ikatan Anak Rantau Gunung Kidul merupakan wadah atau paguyban warga Gunung Kidul yang ada di perantauan.

Terbentuknya Ikaragil bermula dari jejaring sosial facebook, dari situlah kemudian muncul ide untuk saling melakukan silaturahmi. Seiring berjalannya waktu serta dilandasi dengan kesamaan visi dan misi, akhirnya paguyuban ini mulai tebentuk dan mulai berkembang di berbagai kota. Sebut saja mulai dari Koordinator Wilayah (Korwil) Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Depok, Tangerang, Bogor, Bekasi, dan Cikarang.

Agenda kerja korwil serta kepengurusan pun mulai disusun seperti yang sudah sering di lakukan, yakni saling silatuhrahmi dan melakukan Bakti Sosial (Baksos) di setiap korwilnya. Selain itu, agenda bersamapun mulai dirilis, terbukti saat meranyakan ulang tahun yang pertama dilakukan temu kangen bersama-sama, pada Minggu 12 Mei 2013 di Gedung Serba Guna, Ragunan, Jakarta. Hampir semua korwil datang menghadiri acara temu kangen warga Gunung Kidul tersebut. Selain dari korwil, hadir pula Ikatan Keluarga Gunung Kidul (IKG) serta ikatan alumni sekolah-sekolah yang ada di Gunung Kidul yang di rantau.

Ulang tahun pertama Ikaragil yang bertema "Melalui Karagil Kita Pererat Talisilatuhrohmi Sesama Warga Gunung Kidul di Perantauan" ini mempunyai tekad dan tujuan untuk tetap peduli dengah tanah kelahiran dan selalu berbakti buat tanah kelahiran Gunung Kidul.

Wigati, selaku ketua panitia menyampaikan ucapakan terima kasihnya kepada seluruh warga Gunung Kidul diperantauan yang masih peduli dengan Gunung Kidul. "Walaupun kita di rantau kita akan tetap mengenang Gunung kidul," tegas Wiganti.

Lain halnya dengan Danu. Dalam sambutannya ia mengatakan, Ikaragil akan kosentrasi pada pendidikan, kesehatan, ekonomi serta moralitas dan akan mengadakan gerakan Rp 10 ribu yang disisihkan untuk warga Gunung Kidul yang kurang mampu. Baik itu dalam bidang pendidikan maupun kesehatan.

Ketika alunan lagu campur sari khas Gunung Kidul mulai dimainkan, ditambah dengan pengundian doorprice yang diberikan kepada tamu yang datang, kemeriahan pun semakin memuncak.

"Selain itu, kita juga bisa menikmati jajanan khas Gunung Kidul," kata Sumarsih salah satu pengurus Ikaragil korwil Cikarang. (Jar Koni/Mar)

Jar Koni adalah pewarta warga.

Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke citizen6@liputan6.com
.
Terpopuler