[VIDEO] Ngubek Pesona Kota Gorontalo

  • Peristiwa
  • 0
  • 11 Mei 2013 07:46

ngubek130511a.jpg
Provinsi Gorontalo memiliki potensi wisata menarik. Selain terkenal karena jagung dan hasil laut, masih banyak hal lain yang menarik di kota ini.

Jalan-jalan ke Gorontalo memakan waktu sekitar 7 jam menggunakan jalur udara. Setelah transit di Makassar, Sulawesi Selatan hingga tiba di Bandar Udara Djalaluddin. Dari bandara masih sekitar 35 kilometer lagi menuju pusat Kota Gorontalo.

Salah satu hasil bumi yang menjadi andalan di Gorontalo adalah jagung. Jangan heran ladang jagung banyak dijumpai di kiri-kanan jalanan di Gorontalo, termasuk sepanjang jalan bandara ke pusat kota. Karena pemerintah setempat mendaulat jagung sebagai komoditas utama. Produksi jagung di provinsi ini pernah mencapai sekitar 700 ribu ton per tahun.

Sayangnya, cara bercocok tanam sebagian petani jagung masih menganut sistem ladang berpindah. Ladang jagung biasanya hanya diolah sampai 2 kali panen lalu berpindah mencari ladang baru dan ditinggalkan begitu saja si ladang lama.

Ketika sudah diolah, warga mampu membuat sup jagung khas Gorontalo. Namanya adalah milu siram.

Milu siram merupakan sup jagung dicampur dengan ikan tongkol. Milu siram bisa ditemui di restoran-restoran di Gorontalo, termasuk di restoran daerah Bolota, berjarak sekitar 15 menit dari pusat Kota Gorontalo.

Ramuan milu siram punya racikan tersendiri. Butiran jagung yang sudah diparut harus ditampah untuk memisahkan dengan kulit halusnya. Hal itu dilakukan sebelum mencuci butir jagung.

Lalu jangan lupa memarut kelapa. Setelah itu kelapa yang sudah diparut segera dimasukkan ke mangkuk.

Setelah disuir, masukkan bumbu cabai, garam, dan gula. Semuanya siap diojo alias ditumbuk.

Usai diojo masukkan daun bawang dan kemangi sebelum masuk ke proses selanjutnya. Mencampurkan jagung rebus beserta air rebusannya.

Warga Gorontalo biasa mencampur perasan jeruk nipis sebelum menyantap milu siram yang dipadukan dengan tahu goreng atau telur sesuai selera masing-masing.

Pesona lain Gorontalo yaitu lautannya. Salah satunya di Pantai Molotabu di kawasan Bone Bolango berlokasi 30 menit dari kota.

Di sana Anda bisa diving. Anda bisa menyewa peralatan diving kepada komunitas diving setempat dengan biaya Rp 250 ribu per hari serta tambahan Rp 50 ribu lagi per pengisian tabung.

Tujuan ngubek Gorontalo bukan hanya wisata alam, sekaligus juga akar gaya busana setempat. Gorontalo terkenal dengan kerajinan karawo-nya sejak abad-17. Karawo berasal dari kata mokarawo yang berarti mengiris atau melubang.

Dan tidak terpaku dengan kain tertentu, sulam karawo bisa dilakukan di atas bermacam-macam kain seperti kain chiffon atau kain sutra.

Cara membuat, kain yang sudah dipotong dipasang di pemidangan untuk melewati proses pengirisan serat kain. Lalu serat kain yang sudah diiris dicabut menggunakan jarum sebelum akhirnya ditarik.

Setelah ditarik jangan lupa serat-serta kain diikat agar tidak berantakan. Lalu siap dicuci dan disetrika sebelum dijahit menjadi pakaian jadi. Perlu kejelian mata untuk melakukannya.

Nah menarik bukan? Simak selengkapnya ngubek Gorontalo lewat video berikut ini.(Ais)
Terpopuler