3 Korban Penculikan AS Dipaksa Jadi Budak Seks 1 Dekade Lebih

  • Internasional
  • 0
  • 08 Mei 2013 11:31

penculikan-tiga-130508b.jpg
Tiga perempuan yang lenyap tanpa jejak lebih dari satu dekade lalu tiba-tiba muncul dalam kondisi bernyawa. Amanda Berry, Gina DeJesus, dan Michele Knight ditemukan Senin lalu di sebuah rumah di Cleveland, Ohio. Mereka menjadi korban penculikan dan dikurung di sana.

Kerabat dekat menceritakan, betapa sedih dan marahnya mereka mendengar kisah mengerikan yang dialami  ketiga korban.

Nenek Amanda Berry, Fern Gentry mengatakan, cucunya mengaku dalam kondisi "baik". Amanda juga mengakui gadis cilik berusia 6 tahun bernama Jocelyn -- yang juga diselamatkan dari rumah di Cleveland, adalah anaknya.

"Aku mencintaimu sayang, terimakasih Tuhan," kata nenek itu dalam rekaman telepon yang disiarkan WJHL, media yang berafiliasi dengan CNN, seperti dilansir News.com.au, Rabu (8/5/2013). "Aku memikirkanmu sepanjang waktu. Aku tak pernah melupakanmu."

Sementara, saudara Gina DeJesus mengatakan, korban dalam kondisi yang baik.

Lima Kehamilan

Tiga tersangka telah ditangkap dalam kasus ini, mereka adalah Ariel Castro, dan dua saudaranya Pedro dan Onil. Bahkan keluarga tiga pria bejat itu mengaku tak menyangka mereka bisa berbuat sedemikian kejam.

Sejumlah sumber kepada WKYC mengatakan, setidaknya ada lima kehamilan yang terjadi di dalam rumah tersebut.  Juga dilaporkan para penculik biadab itu memukuli para korbannya yang sedang hamil, membuat janin yang dikandungnya tak selamat.

Polisi di Cleveland saat ini sedang menyisir TKP untuk menemukan bukti "kemungkinan ada bukti bayi yang telah diaborsi" -- setelah muncul dugaan tiga korban yang diculik dijadikan budak seks oleh para pelaku.

Sejak dibebaskan, horor penculikan merebak di wilayah sekitar TKP. Termasuk pertanyaan, apakah Ashley Summer (14) adalah korban keempat yang diculik. Ashley menghilang di area Cleveland yang sama, di mana Amanda Berry, Gina DeJesus, dan Michele Knight lenyap.

Penyelidik FBI telah mengamankan kendaraan dan sejumlah benda di mana para korban disekap. Juru bicara FBI, Vicki Anderson mengatakan, seorang spesialis korban anak-anak telah menanyai para korban, juga putri Amanda yang berusia 6 tahun, dalam kondisi yang dibuat senyaman mungkin.

Sementara, tiga bersaudara penculik kejam akan diinterogasi dalam kasus penculikan besok, baik oleh penyidik setempat maupun federal.

Ada Keanehan

Aparat Cleveland kini sedang menginvestigasi petugas 911 yang menerima panggilan korban Amanda Berry. Petugas itu bertanya soal nama, usia, dan etnis penculik korban. Namun, petugas berkali-kali mengatakan pada Amanda, "bicara pada polisi setelah mereka tiba di sana."

Direktur Departemen Keamanan Publik Cleveland, Martin Flask, polisi tiba di lokasi kejadian kurang dari 2 menit. "Meski petugas mematuhi prosedur, kami akan mengkaji mengapa penerima telepon gagal mempertahankan pembicaraan dengan Amanda Berry sampai polisi datang," kata dia.

Keanehan lain, salah satu tersangka Pedro Castro pernah difilmkan Fox News Juli tahun lalu saat menggali tanah yang menurut informasi salah seorang narapidana bahwa lokasi itu adalah makam Amanda Berry. "Ini buang-buang uang," kata Castro saat itu kepada Fox.

Yang lebih aneh lagi, putra tersangka Ariel Castro pernah menulis artikel pada tahun 2004 tentang hilangnya korban Gina DeJesus. Ariel "Anthony" Castro mengaku tak tahu ulah ayahnya.

Amanda, Michelle, dan Gina menurut sumber dikurung selama bertahun-tahun di ruang bawah tanah, sebelum pindah ke kamar terpisah.

"Rumah itu selalu terkunci," kata Anthony Castro kepada MailOnline. "Ada sejumlah tempat yang tak bisa dimasuki. Ruang bawah tanah, loteng, dan garasi, semuanya terkunci."

Anthony menyesalkan tindakan ayah dan paman-pamannya. "Mereka pantas berada di balik jeruji selama sisa hidupnya. Aku bersyukur para korban masih hidup." (Ein)

Credit: Ein

Like this article?

0 likes & 0 dislikes


Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler