by Hanz Jimenez Salim

Rusun Milik Lurah Warakas di Marunda Disewakan ke Pelaut

  • Peristiwa
  • 0
  • 06 Mei 2013 17:19
Nama Mulyadi, Lurah Warakas, Jakarta Utara, mencuat lantaran menolak kebijakan lelang jabatan ala Jokowi-Ahok. Namun, di tengah kontroversi itu, Mulyadi diketahui memiliki sebuah unit rumah susun di Rusun Marunda.

Penelusuran Liputan6.com, Senin (6/5/2013), ditemukan satu unit rumah susun atas nama Mulyadi. Rumah itu berada di lantai satu, 1.20 Blok Pari, Klaster A Marunda. Namun, 1 unit rusun dikontrakan atas nama Suhargiantio.

Suhargiantio diketahui berprofesi sebagai pelayar, tinggal di Rusun tersebut bersama kaptennya. Suhargiantio kini tengah melanjutkan kuliahnya di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran yang terletak tak jauh dari rusun.

Dalam kontraknya, Suhargiantio menyewa rusun milik Lurah Warakas berdurasi satu tahun. Hanya sampai pria 47 tahun ini menyelesaikan kuliahnya di STIP bersama kaptennya.

Di dalam rumah susun itu terdapat ruang tamu yang berisi dua buah sofa kecil dan meja yang berada di sebelah kiri pintu masuk. Selain itu terdapat juga sebuah televisi serta kulkas yang berada di depannya dengan tembok berwarna putih.

Kemudian terdapat dua buah kamar tidur, satu buah kamar mandi, dan ada satu tempat seperti balkon kecil tempat untuk menjemur pakaian yang terletak di pojok kanan ruangan.

Menurut Ratna (44), istri Suhargiantio, menyatakan suaminya menyewa rumah susun ini bersama kaptennya sejak bulan Agustus 2012. "Saya tidak tahu biaya sewanya berapa, ini kan pertahun dibayarnya. Sebulannya Rp 1,2 juta," kata ibu tiga orang anak ini.

Suhargiantio sebenarnya tinggal bersama istri dan ke tiga orang anaknya di Perumahan Setneg, Tanggerang. Suhargiantio pulang ke rumahnya yang berada di Tanggerang sekitar seminggu sekali. Saat ini, Ratna sedang berada di rusun itu karena anak bungsunya sedang libur sekolah, makanya mereka main untuk menemui ayahnya.

Menurut Ratna, dia tidak mengetahui sama sekali jika rusun yang disewa oleh suaminya merupakan unit rusun milik Mulyadi, Lurah Warakas yang ramai dibincangkan saat ini. "Saya tidak tahu. Tiba-tiba rame Lurah Warakas di sini, tahunya yang lagi rame rusun suami saya," jelasnya.

Selain itu Ratna juga tidak mengetahui kepada siapa suaminya itu membayar uang sewa untuk unit rusun yang berada di paling pojok lantai satu Blok Pari ini. "Sudah dibayar lunas setahun oleh suami saya. Mungkin bayarnya langsung ke Mulyadi," tambahnya.

Ratna menuturkan, saat suaminya pindah, ia hanya membawa pakaian saja. Karena di rusun ini sudah disediakan televisi 24 inch, sofa, dan meja yang berada di ruang tamu, kasur, serta lemari plastik yang berada di kamar. "AC juga dapat. Dapatnya satu. Lalu dibagi dua, kan ada dua kamar," ujarnya.

Unit rusun atas nama Mulyadi yang berada di lantai satu itu mempunyai harga sewa per unit sebesar Rp 371.000 per bulan, dan telah mendapat subsidi sebesar 75 persen.

Namun, rusun itu disewakan oleh Mulyadi sebesar Rp 1,2 juta per bulan. Dalam perjanjian sewa dengan UPT Rumah Susun, Mulyadi menggunakan alamat Jalan Semper Plumpang, Rawa Badak Selatan, Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alamat itu sama persis dengan alamat rumah yang ditempatinya sekarang. (Ary) (Ary )
Comments
Sign in to post a comment