by

Perbudakan di Pabrik Kuali, DPR Panggil Kemenakertras Usai Reses

  • Peristiwa
  • 0
  • 06 Mei 2013 14:56
Hanya selangkah dari Jakarta, praktik perbudakan terhadap pekerja pabrik kuali CV Cahaya Logam terjadi. Karena itu, segera setelah masa reses berakhir, DPR akan memanggil Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk meminta keterangan soal kasus ini.

"Ini masih reses. Dan saya anjurkan dalam kesempatan pertama, DPR RI akan memanggil Kementerian Tenaga Kerja dan pihak-pihak terkait," ujar Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Jakarta, Senin (6/5/2013).

Hal ini, lanjut dia, dilakukan untuk memastikan pemerintah proaktif dalam menyelesaikan masalah ini segera setelah kasus perbudakan itu terkuak, dan tak hanya duduk berpangku tangan saja.

Tak cuma pemerintah, menurut Priyo, perbudakan yang terjadi pada era modern ini disebabkan karena kelalaian semua pihak. Semua pihak tidak dapat hanya berpangku tangan, apalagi lepas tangan terhadap kasus ini.

"Masih terjadi perbudakan di abad modern, ini tidak masuk akal. Kalau lepas tangan itu pembiaran," ujar Priyo.

Untuk menghindari pembiaran yang menyebabkan salah satu pihak akan disalahkan, dia pun mendesak untuk mengadakan investigasi terhadap kasus perbudakan ini.

"Yang saya khawatir, kalau ini benar-benar puncak dari gunung es. Bila itu memang puncak gunung es dari masalah perbudakan, Indonesia akan malu di mata dunia," pungkas Priyo.

Selama bekerja, para buruh industri rumah tangga yang berlokasi di RT 03/04, Kampung Bayur Ropak, Desa Lebak Wangin, Kecamatan Septan, Kabupaten Tangerang, Banten, tersebut diperlakukan dengan tak manusiawi. Pemilik pabrik menyita semua barang-barang milik korban yaitu HP, baju, uang dengan alasan untuk keamanan supaya tidak hilang.

Dalam ruangan berukuran 40x40 meter yang kotor, tertutup, dan bau, sekitar 40 orang pekerja tidur. Mereka diwajibkan bekerja sejak pukul 05.30 WIB hingga pukul 22.00 WIB dengan tanpa menerima gaji dan dilarang bersosialisasi dengan lingkungan. (Ndy)
Comments
Sign in to post a comment