Sukses

Waduh! Ajaran Berbahaya Ditemukan di Komputer Istri Bomber Boston

Penyidik mengungkap bahwa mereka menemukan materi ajaran Islam radikal dan majalah Al Qaeda dari dalam komputer Katherine.

Fakta terbaru ditemukan oleh tim penyidik kasus ledakan bom di lokasi lomba marathon Boston, dengan pelaku duo bomber Tsarnaev Bersaudara. Tim penyidik pun mengungkapkan hasil penemuan terbarunya, dari penyelidikan komputer istri Tamerlan Tsarnaev, Katherine Russell.

Seperti dilansir dari Fox News, Senin (6/5/2013), penyidik mengungkap bahwa mereka menemukan materi ajaran Islam radikal dan majalah Al Qaeda dari dalam komputer Katherine. Bahkan ditemukan juga residu bahan peledak di seluruh bagian rumah mereka.

Kendati demikian, pihak berwenang belum dapat memastikan kepemilikan data tersebut. Mereka belum mengetahui apakah data itu milik Katherine (24) atau suaminya, Tamerlan (26).

Sebelumnya, adik Tamerlan yang masih hidup yakni Dzhokhar memang pernah mengatakan kepada para penyelidik bahwa mereka sempat merakit bom di ruang bawah tanah rumah itu. Dzhokar juga sempat memberitahukan, ledakan bom Boston itu seharusnya diledakkan pada Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, 4 Juli.

Meski ditemukan di rumah yang ditempati oleh Katherine, namun pihak berwenang mengatakan DNA perempuan dan sidik jari yang ditemukan pada sepotong panci presto di puing-puing ledakan bukan miliknya.

Dzhokhar saat ini ditahan sekaligus menjalani perawatan di fasilitas tahanan medis di Devens, Massachusetts. Ia mengalami luka tembak pada bagian kepala, leher, kaki dan tangan. Dia dituduh menggunakan senjata pemusnah massal dan bisa divonis hukuman mati jika terbukti bersalah.

Sementara kakaknya, Tamerlan, tewas 19 April lalu dalam baku tembak yang juga menewaskan seorang petugas keamanan MIT. Jenazah terduga bomber Boston Tamerlan telah dijemput oleh perwakilan dari sebuah rumah duka pada kamis 2 Mei sore. Dan banyak mengalami penolakan untuk mendapatkan tempat pemakaman.

Perkembangan terakhir tentang kasus tersebut, terdapat 3 orang lain yang terancam pidana karena diduga memeiliki keterlibatan. 3 Orang yang diduga terlibat dalam rencana pemboman itu adalah mahasiswa bernama Azamat Tazhayakov, Kadyrbayev, Robel Phillipos.

Azamat Tazhayakov dan Kadyrbayev didakwa bersekongkol untuk membuang barang-barang yang berpotensi memberatkan Dzhokhar dari kamar asrama, termasuk wadah kosong kembang api. Robel Phillipos didakwa membuat pernyataan palsu kepada penyidik. (Tnt)