Bisnis Suvenir Celurit Menggiurkan

on

Liputan6.com, Madura: Celurit, senjata khas Madura, Jawa Timur, sejuah ini dikenal erat dengan tradisi carok atau saling bunuh untuk mempertahankan harga diri. Sejalan dengan perkembangan zaman, celurit kini bukan laagi menjadi senjata tajam yang menakutkan, tapi juga sebagai suvenir. Tak heran, jika permintaan cenderamata asal Madura ini cukup tinggi. Kondisi ini pada akhirnya akan menguntungkan para perajin. Ini seperti yang dialami perajin di Desa Terongan, Kecamatan galis, Bangkalan. Demikian pemantauan SCTV, baru-baru ini.

Sebagai senjata khas Madura, celurit memang tak bisa dipisahkan dengan laki-laki di sana. Pasalanya, senjata tajam ini akan selalu dibawa pergi para lelaki di Madura. Tak heran, jika bentuk celurit bermacam-macam bentuknya sesuai dengan keinginan pemiliknya. Jika dibawanya secara terbuka, bentuknya lebih besar. Ada juga yang disembunyikan di balik pakaian maka bentuknya lebih kecil. Namun, seperti itu sudah berubah.

Celurit kini diproduksi sebagai cenderamata. Dengan dihiasi sejumlah aksesoris dan dibentuk yang indah, celurit kini mempunyai daya jual yang tinggi. Yang membedakan celerit suvenir dan senjata tajam adalah bahan bakunya. Jika celurit sebagai senjata tajam akan menggunakan besi baja. Namun, untuk suvenir terbuat dari stainlis steel, sehingga akan kelihatan mengkilat, meski tumpul.

Kendati begitu, cara pembuatan kedua jenis celurit ini tetap sama dan sederhana. Dari memilih logam yang kemudian dipanaskan selanjutnya dipukul untuk mendapatkan celurit yang diinginkan. Harga celurit sebagai suvenir ini juga cukup bervariasi. Mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 300 ribu. Namun, celurit yang diberi rajah atau tulisan Arab harganya akan lebih mahal dari yang polos.(ORS/Muhammad Khodim)
Suka artikel ini?

0 Comments