Status Gunung Papandayan Garut Naik Siaga

By Silvanus Alvin

on May 05, 2013 at 13:26 WIB

Status Gunung Papandayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat ditingkatkan dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III). Kenaikan status dilakukan karena terjadi peningkatan aktivitas.

Kenaikan status berlaku terhitung Minggu (5/5/2013) pukul 12.00 WIB. Meningkatnya aktivitas ditandai pada 5 Mei 2013, pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB terjadi kegempaan sebanyak 60 kali gempa tektonik lokal dan 10 kali gempa vulkanik dangkal.

"Dalam status Siaga Papandayan direkomendasikan agar tidak ada aktivitas masyarakat dalam radius 2 km dari puncak G Papandayan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (5/5/2013).

Gunung Papandayan tercatat pernah beberapa kali meletus seperti tahun 1772, 1923, 1942, 1993, dan 2003. Letusan besar terjadi pada tahun 1772 yang menghancurkan 40 desa dan menewaskan sekitar 2.951 jiwa.

Letusan menyebabkan daerah tertutup longsoran mencapai 10 kilometer dengan lebar 5 kilometer. Pada 13 Agustus 2011, Gunung Papandayan juga pernah dinaikkan statusnya menjadi Siaga.

BNPB sudah berkoordinasi dengan BPBD Jabar dan BPBD Garut terkait kenaikan Siaga. Rencana kontinjensi erupsi Gunung Papandayan akan segera disesuaikan kembali.

Berdasarkan rencana kontinjensi yang sudah disusun BNPB, jika terjadi erupsi maka akan ada 5 kecamatan yang terdampak langsung yaitu Cisurupan (10 desa), Pamulihan (4 desa), Bayongbong (2 desa), Pakenjeng (2 desa), dan Sukaresmi (2 desa).

Total penduduk di 5 kecamatan itu mencapai 11.544 jiwa. Wilayah dengan radius 2 km (KRB III) adalah kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, aliran lava dan gas beracun. "Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada. Belum perlu mengungsi. BNPB, BPBD dan unsur lain akan mengambil upaya yang diperlukan," kata Sutopo. (Ism)

Credit Ism

Suka artikel ini?
Silvanus Alvin
Silvanus Alvin

  Full bio »

0 Comments