Longsor Merayap di Majalengka, 1.957 Jiwa Direlokasi

  • Peristiwa
  • 0
  • 03 Mei 2013 16:37

longsor-130420b.jpg
Longsor yang terjadi di Blok Cigintung, Desa Cimuncang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sejak Minggu 14 April hingga saat ini masih berlangsung. Awalnya, longsor di perbukitan Tai Urug yang berjarak 1 km dari permukiman di blok Cigintung merusak 7 hektare lahan pertanian.

"Saat ini longsor masih berlangsung. Tipe longsoran adalah rayapan (soil creep). Rayapan terjadi pada lereng bagian bawah yang diikuti dengan nendatan dan retakan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/5/2013).

Rayapan tanah itu, lanjutnya, telah melanda wilayah pemukiman Kampung Cigintung dan menyebabkan retaknya lantai dan dinding bangunan serta amblesnya jalan. Gerakan tanah juga menyebabkan 587 rumah, 16 tempat ibadah, 1 kantor dan 5 sekolah mengalami kerusakan.

"Jalan kampung sepanjang 2 kilometer rusak, bahkan ada jalan yang ambles 10 meter. Satu jembatan dan 3 saluran irigasi rusak. Tidak ada korban jiwa akibat longsor tersebut," kata Sutopo.

Sebanyak 659 keluarga atau 1.957 jiwa warga Desa Cimuncang, ungkapnya, saat ini telah mengungsi di rumah kerabat, tetangga dan di 2 pos pengungsian di Desa Cimuncang dan Ciranca. Mereka bersedia untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman, yaitu di Desa Wirasari, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka.

"Pemda Provinsi Jawa Barat dan Pemda Majalengka telah menyediakan 30 hektar lahan untuk relokasi akan memberikan bantuan stimulus pendanaan pembangunan rumah bagi warga yang relokasi," ungkap dia.

Menurutnya, Tim BNPB telah berkoordinasi dan mendampingi BPBD Provinsi Jawa Barat dan BPBD Majalengka dalam penanggulangan bencana. BPBD Provinsi Jawa Barat menyerahkan bantuan berupa mi instan, sarden, minyak goreng, air mineral, tenda gulung, keperluan bayi, dan lain-lain.

"BPBD Majalengka telah mendirikan dapur umum dan pos kesehatan di Desa Cimuncang dan Ciranca. Siswa sekolah tetap bersekolah dengan sekolah ke sekolah terdekat dengan tempat mereka mengungsi," papar Sutopo. (Mut)

Like this article?

0 likes & 0 dislikes


Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler