by Edward Panggabean

Ratusan Bendera dan Spanduk Warnai May Day

  • Peristiwa
  • 0
  • 01 Mei 2013 10:34
Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Jakarta dan berbagai daerah tak terlepas dari atribut yang digunakan. Tak terkecuali spanduk dan bendera.

Para buruh menyiapkan spanduk-spanduk dan ratusan bendera dari masing-masing elemen di bawah naungan Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI). Mereka terdiri dari 3 konfederasi dan 4 non-konfederasi.

Sekretaris MPBI Muhamad Rusdi menyatakan buruh menyiapkan bendera-bendera itu sebelum peringatan May Day pada 1 Mei digelar. Ada sedikitnya 500-an bendera berukuran kecil 1m x 90 cm dan ukuran besar 2,5 x 3 meter.

"MPBI hanya menyiapkan bendera besar sekitar 500-an, kalau KSPI, FSPMI, KSPSI, KSBSI, sekitar 200-an bendera. Kalau spanduk sekitar 10 buah yang besar ya. Kalau yang kecil-kecil ribuan itu dibuat dari berbagai elemen masing-masing," ungkap Rusdi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (1/5/2013).

Pantauan Liputan 6.com, berbagai spanduk bertuliskan Jamsostum (Jaminan Sosial Tolak Upah Buruh), segera revisi peraturan pemerintah Nomor 12/2004 tentang Jaminan Kesehatan, menutut penghapusan sistem outsourcing. Saat ini para buruh sedang berkoordinasi menyiapkan pawai menuju Istana Negara. Dalam aksi ini mereka akan mengadakan aksi treatrikal.

Selain berorasi, buruh menyerukan 7 tuntutan yakni menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), menolak upah murah, laksanakan jaminan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia pada 1 Januari 2014 bukan bertahap pada 2019 serta Revisi Perpres No 12/2013 Jamkes dan revisi Peraturan Pemerintah No 101/2012 mengenai PBI, hapus outsourcing di BUMN, tolak RUU Kamnas dan RUU Ormas, hentikan Union Busting dan premanisme terhadap aktivis buruh. Tuntutan terakhir yaitu sahkan RUU pekerja Rumah Tangga dan Revisi UU Buruh Migrant 39/2004.

Bila tuntutan tidak direspons pemerintah, maka MPBI akan mengerahkan 10 juta buruh melakukan mogok nasional jilid II pada 16 Agustus 2013 mendatang. Waktunya bertepatan saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membacakan nota keuangan di hadapan DPR.(Ais)
Comments
Sign in to post a comment