Sukses

15 Balita di Malang Menderita Gizi Buruk

Jumlah balita yang mengalami gizi buruk di Kota Malang, Jawa Timur mengalami penurunan. Jumlahnya tahun ini mencapai 15 balita.

Sebanyak 15 dari 67.486 bayi berusia di bawah 5 tahun di Kota Malang, Jawa Timur, mengalami gizi buruk. Jumlah itu mengalami penurunan di Kota Malang.

"Setiap tahun jumlah penderita gizi buruk di daerah ini terus menurun dan tahun ini masih menyisakan sekitar 15 balita," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Supranoto di Malang, Minggu (28/4/2013).

Pada 2011, balita yang mengalami gizi buruk berjumlah 72 jiwa. Dan setahun kemudian pada 2012 turun menjadi 28 balita. "Balita yang menderita gizi buruk tersebut sebagian besar memang dari keluarga miskin yang minim pemahaman tentang asupan gizinya bagi balita," ucap Supranoto.

Karena itu, lanjut Supranoto, penanganan bayi harus melibatkan sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, baik yang menangani masalah kemiskinan, kesehatan serta sosial.

Selain bekerja sama dengan SKPD terkait lain, ujar Supranoto, Dinkes juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 547 juta. Biaya itu diperuntukkan bagi penanganan masalah gizi buruk dengan cara memberikan suplemen makanan rehabilitasi serta multi vitamin.

Suplemen makanan rehabilitasi itu diberikan selama 90 hari hingga ada kenaikan berat badan. Dinkes akan terus melakukan pemantauan kesehatan para balita gizi buruk itu melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang tersebar di 57 kelurahan, bahkan di setiap RW.

Menanggapi masih adanya penderita gizi buruk di kalangan balita itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Fransiska Rahayu Budiwiarti mengaku jika pihaknya akan memanggil Dinkes. Pemanggilan itu untuk mengetahui lebih detail kondisi balita yang menderita gizi buruk.

"Kita harus bekerja sama dengan berbagai instansi untuk menuntaskan permasalahan gizi buruk di Kota Malang. Kita akan menggali informasi secara detail dan mencari solusi terbaik bagaimana upaya kita agar Kota Malang ini terbebas dari balita gizi buruk," jelas politisi dari Partai Demokrat itu.(Ant/Ais)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.