Perbaikan Rumah Keluarga Tasripin Sudah 90 Persen

  • Peristiwa
  • 0
  • 19 Apr 2013 12:37
Kisah pilu yang dialami bocah Tasripin yang harus mengurus 3 adiknya pascameninggalnya sang ibu dan ditinggalkan ayah dan kakaknya merantau bekerja menarik perhatian masyarakat Indonesia. Termasuk, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang termuat dalam akun Twitter @SBYudhoyono.

TNI AD melalui Komando Distrik Militer 0701 Banyumas ikut membantu meringankan beban Tasripin dan adik-adiknya dengan merehabilitasi rumahnya. para bocah tersebut juga diinapkan di hotel di Purwokerto lengkap dengan fasilitas makan minum selama rumah itu direhab.

Komandan Kodim 0701 Banyumas Letnan Kolonel Infanteri Helmi Tachejadi Soerjono mengatakan rehabilitasi terhadap rumah Tasripin sudah mencapai 90 persen. Pihaknya juga tetap membenahi rumah Tasripin yang terletak di Dusun Pesawahan, Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

"Rehab rumah sudah maksimal, saya katakan sudah 90 persen. Nanti akan ditata di mana dia akan tidur, di mana dia akan belajar," kata Helmi di Purwokerto, Jumat (19/4/2013).

Ia menambahkan akan membawa Tasripin kembali ke rumah agar bisa menyesuaikan dengan lingkungan. Tasripin yang juga jadi buruh tani itu diharapkan bisa bersosialisasi dengan teman-temannya. Kendati demikian, pihaknya tidak serta meminta Tasripin dan adik-adiknya langsung menempati rumah yang telah direhab itu.

"Kalau masih ada yang belum sesuai Tasripin dan adik-adiknya akan kembali diinapkan di Hotel Wisata Niaga, Purwokerto," kata Helmi.

Ia menambahkan akan meminta Tasripin untuk kembali bersekolah karena dia salah satu bagian dari generasi penerus bangsa Indonesia. "Saya sudah sampaikan bahwa dia harus sekolah. Karena kalau tidak sekolah justru dia salah. Karena sekolah bisa menjadi bekal dan untuk menjaga adik-adiknya ke depan," katanya.

Tasripin mengaku senang dengan perhatian dan bantuan yang diberikan banyak pihak terhadap dirinya. Terlebih, Ia akan mendapatkan kambing untuk dipelihara. Namun, Ia tetap berharap ayahnya, Kuswito (41), segera pulang dari Kalimantan dan berkumpul bersama keluarga.

"Saya ingin kembali bersama bapak lagi," katanya.

Informasi yang dihimpun, Kuswito telah tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan sedang dijemput petugas Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Banyumas. 

Tasripin dan ketiga adiknya sejak lima bulan lalu ditinggal pergi ayah dan kakak sulungnya, Natim (21), karena bekerja sebagai buruh perkebunan kelapa sawit di Kalimantan. Sementara ibundanya, Satinah (37), telah meninggal dunia dua tahun lalu akibat tertimpa batu saat menjadi buruh penambang pasir di desanya.

Karena itu, Tasripin putus sekolah sejak kelas tiga SD dan berusaha menghidupi adik-adiknya dengan menjadi buruh serabutan. (Ant/Adi)
Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler