Ditemukan! 3 Planet Kembaran Bumi, Alternatif Dunia Yang Kacau?

on

Di tengah segala kekacauan yang melanda Bumi, para ilmuwan menemukan harapan untuk kehidupan di planet lain.

Pada Kamis kemarin, para ilmuwan mengumumkan penemuan tiga planet, yang mungkin merupakan kandidat terbaik dunia yang bisa menopang kehidupan di luar tata surya. Meski, jarak mereka amat sangat jauh.

Trio planet tersebut ditemukan Satelit Kepler milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), yang terus bersiaga mengawasi sekitar 150.000 bintang, dengan harapan bisa mengidentifikasi planet mirip Bumi.

Dalam studi yang dirilis jurnal Science, dua planet -- Kepler-62e and Kepler-62f dideskripsikan sebagai bagian dari sistem yang terdiri dari 5 planet. Merupakan planet terjauh dari bintangnya -- yang mirip Matahari dan dinamai Kepler-62.

Sementara planet ketiga layak huni, tetapi tidak termasuk dalam studi, disebut Kepler-69c yang menginduk pada bintang Kepler-69. Para peneliti mengatakan, zat cair atau air (salah satu prasyarat penopang kehidupan) secara teoritis bisa berada di permukaan tiga planet tersebut.

"Denan semua penemuan ini, kadar Bumi sebagai tempat istimewa di alam semesta makin berkurang. Sebab, ternyata ada banyak planet mirip dengan Bumi di mana-mana," kata ilmuwan Kepler di  Bay Area Environmental Research Institutem Sonoma, California, Tom Barclay, seperti dimuat CNN, (18/4/2013).

Namun tak mudah untuk menuju ke sana, apalagi memastikan apakah benar kondisinya bisa menopang kehidupan. Khususnya bagi trio planet terbaru yang ditemukan. Sebab, bintang Kepler-62  berjarak 1.200 tahun cahaya, sementara Kepler-69  jauhnya 2.700 tahun cahaya. Untuk diketahui, 1 tahun cahaya setara dengan 9.460 miliar kilometer.

"Dunia Air"

Peneliti utama Kepler di Ames Research Center NASA, William Borucki mengatakan, makin kecil planet, makin besar kemungkinan ia berbatu. Sebaliknya, kemungkinan bahwa ia terbuat dari gas lebih kecil.

Kepler-62f diduga berukuran 40% lebih besar dari Bumi, mungkin berbatu. Ia mengelilingi bintangnya setiap 267,3 hari.

Sementara Kepler-62e diperkirakan 60% lebih besar dari Bumi. Sedikit lebih dekat dengan bintangnya. Mungkin merupakan "dunia air" karena sebagian besar wilayahnya diduga merupakan perairan dalam. Ia berevolusi sekali dalam 122,4 hari.

"Semua planet yang kami temukan amat berbeda dengan planet-planet di tata surya," kata Borucki.

Planet ketiga, Kepler-69c terlihat mengorbit bintang serupa Matahari. Ukurannya sekitar 70 % lebih besar dari Bumi. Ia juga diperkirakan "dunia air", dengan lautan yang dalamnya mencapai beberapa kilometer.

"Mungkin jika ada kehidupan, bentuknya akan sangat berbeda dengan apa yang kita lihat Bumi," timpal Barclay.

Bukan Yang Pertama

Ini bukan temuan pertama. Sebelumnya, ada Kepler-22b, yang penemuannya diumumkan pada Desember 2011. Ia memiliki radius 2,4 kali Bumi. Jaraknya 600 tahun cahaya.

Kepler-22b diduga punya temperatur yang sama dengan Bumi. Meski bintangnya lebih redup dan dingin daripada Matahari, namun jarak antara Kepler-22b dengan bintangnya lebih dekat dari jarak Bumi-Matahari.

Ada juga planet Gliese-581g yang ditemukan September 2010 lalu. Ia lebih mirip dengan Bumi ketimbang Kepler-22b -- dalam hal bisa menopang kehidupan hewan dan tumbuhan. Jaraknya pun relatif dekat, "hanya" 20 tahun cahaya. Meski demikian masih ada kontroversi soal keberadaannya. Di dekatnya ada  Gliese-581d yang juga masuk kategori mirip Bumi.

Namun, seperti halnya planet-planet lain, kita belum bisa menguji atmosfernya. Jadi, dugaan bahwa mereka bisa menopang kehidupan baru sebatas teori. (Ein)Ilmuwan Temukan 3 Planet Mirip Bumi

Di tengah segala kekacauan yang melanda bumi, para

ilmuwan menemukan harapan untuk kehidupan di planet

lain.

Pada Kamis kemarin, para ilmuwan mengumumkan

penemuan tiga planet, yang mungkin merupakan kandidat

terbaik dunia yang bisa menopang kehidupan di luar tata

surya. Meski, jarak mereka amat sangat jauh.

Trio planet tersebut ditemukan Satelit Kepler milik Badan

Antariksa Amerika Serikat (NASA), yang terus bersiaga

mengawasi sekitar 150.000 bintang, dengan harapan bisa

mengidentifikasi planet mirip Bumi.

Dalam studi yang dirilis jurnal Science, dua planet -- Kepler

-62e and Kepler-62f dideskripsikan sebagai bagian dari

sistem yang terdiri dari 5 planet. Merupakan planet terjauh

dari bintangnya -- yang mirip Matahari dan dinamai Kepler-

62.

Sementara planet ketiga layak huni, tetapi tidak termasuk

dalam studi, disebut Kepler-69c yang menginduk pada

bintang Kepler-69. Para peneliti mengatakan, zat cair atau

air (salah satu prasyarat penopang kehidupan) secara

teoritis bisa berada di permukaan tiga planet tersebut.

"Denan semua penuan ini, kadar Bumi sebagai tempat

istimewa di alam semesta makin berkurang. Sebab, ada

banyak planet mirip dengan Bumi di mana-mana," kata

ilmuwan Kepler di  Bay Area Environmental Research

Institutem Sonoma, California, Tom Barclay, seperti dimuat

CNN, (18/4/2013).

Namun tak mudah untuk menuju ke sana, apalagi

memastikan apakah benar kondisinya bisa menopang

kehidupan. Khususnya bagi trio planet terbaru yang

ditemukan. Sebab, bintang Kepler-62  berjarak 1.200 tahun

cahaya, sementara Kepler-69  jauhnya 2.700 tahun cahaya.

Sementara 1 tahun cahaya setara dengan 9.460 miliar

kilometer.

"Dunia Air"

Peneliti utama Kepler di Ames Research Center, William

Borucki mengatakan, makin kecil planet, makin besar

kemungkinan ia berbatu. Sebaliknya kemungkinan bahwa ia

terbuat dari gas lebih kecil.

Kepler-62f diduga berukuran 40% lebih besar dari Bumi,

mungkin berbatu. Ia mengelilingi bintangnya setiap 267,3

hari.

Sementara Kepler-62e diperkirakan 60% lebih besar dari

Bumi. Sedikit lebih dekat dengan bintangnya. Mungkin

merupakan "dunia air" karena sebagian besar wilayahnya

diduga merupakan perairan dalam. Ia berevolusi sekali

dalam 122,4 hari.

"Semua planet yang kami temukan amat berbeda dengan

planet-planet di tata surya," kata Borucki.

Planet ketiga, Kepler-69c terlihat mengorbit bintang serupa

Matahari. Ukurannya sekitar 70 % lebih besar dari Bumi. Ia

juga diperkirakan "dunia air", dengan lautan yang dalamnya

beberapa kilometer.

"Mungkin jika ada kehidupan, bentuknya akan sangat

berbeda dengan apa yang kita lihat Bumi," kata Barclay.

Bukan Yang Pertama

Ini bukan temuan pertama. Sebelumnya, ada Kepler-22b,

yang penemuannya diumumkan pada Desember 2011. Ia

memiliki radius 2,4 kali Bumi. Jaraknya 600 tahun cahaya.

Kepler-22b diduga punya temperatur yang sama dengan

Bumi. Meski bintangnya lebih redup dan dingin daripada

Matahari, namun jarak antara Kepler-22b denngan

bintangnya lebih dekat dari jarak Bumi-Matahari.

Ada juga planet Gliese-581g yang ditemukan September

2010 lalu. Ia lebih mirip dengan Bumi ketimbang Kepler-22b

-- dalam hal bisa menopang kehidupan hewan dan

tumbuhan. Jaraknya pun relatif dekat, 'hanya' 20 tahun

cahaya. Meski demikian masih ada kontroversi soal

keberadaannya. Di dekatnya ada  Gliese-581d yang masuk

kategori mirip Bumi.

Namun, seperti halnya planet-planet lain, kita belum bisa

menguji atmosfernya. Jadi, dugaan bahwa mereka bisa

menopang kehidupan baru sebatas teori. (Ein)

Credit Ein

Suka artikel ini?

0 Comments