Jokowi Ingin Jakarta Seperti Kota Boston?

  • Peristiwa
  • 0
  • 18 Apr 2013 00:12

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi menginginkan DKI Jakarta seperti Kota Boston di Amerika Serikat, yakni kota yang memiliki banyak tol dalam kota. Hal tersebut diungkapkan calon walikota Bandung Ridwan Kamil.

Untuk diketahui, Pemprov DKI kini masih menggodok rencana pembangunan jalan tol dalam kota di Jakarta. Jokowi masih mempertimbangkannya dengan para ahli.

Meski demikian, Ridwan menilai, kemajuan suatu kota tidaklah ditunjukkan oleh banyaknya jalan tol yang melintas. "Siapa bilang kemajuan di kota besar itu karena jalan tol? Pak Jokowi bilang: 'saya mau (Jakarta) kaya boston'. Boston saja atau di Amerika Serikat yang merupakan tempat lahirnya jalan tol terus berusaha menghilangkan jalan tol. Tapi kita sebaliknya, malah bangun jalan tol dimana-mana," ujar Ridwan di Gedung Medco Energy, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2013).

Menurut politisi Partai Gerindra itu, yang sangat diperlukan masyarakat perkotaan saat ini adalah ruang terbuka hijau (RTH), seperti taman-taman. Pasalnya, di kota-kota besar saat ini, misalnya Jakarta ataupun Bandung, gedung-gedung beton terus dibangun yang mengurangi kawasan hijau. Jepang maupun Singapura misalnya sebagai negara maju, tetap berusaha mempertahankan RTH-nya yaitu dengan membuat taman di atas gedung.

Penggagas Indonesia Berkebun tersebut mengatakan, menurut suatu penelitian, tanaman pepohonan dapat membantu menurunkan adrenalin yang otomatis dapat mengurangi tingkat stres masyarakat.

"Orang Jepang yang tanahnya sempit, mereka bikin taman di atas mal. Kalau orang dekat tanaman, orang tidak akan stres. Adrenalin turun. Makanya kalau marah-marah selesaikan di bawah pohon besar," kata Ridwan.

Dosen Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) itu beranggapan, pembangunan di daerah perkotaan tidak dapat dihentikan. Namun masyarakat seharusnya mampu mengendalikan pembangunan. Misalnya, pemimpin kota dapat dengan tegas memberi syarat sebuah gedung setidaknya memiliki taman baik di halaman ataupun di atas bangunan itu sendiri.

"Kita tidak bisa menyetop pembangunan tetapi bisa mengendalikan pembangunan. Seharusnya, boleh dapat IMB asal bikin taman di atas bangunan. Hasil studi doktor ITB, kenapa Bandung panas karena terlalu banyak bangunan dan kekurangan pohon," kata Ridwan. (Riz)

Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler