Rudal Korut 'Siap Tembak', Korsel Sampai Guam Siaga

on Apr 11, 2013 at 13:08 WIB

Ancaman konflik di Semenanjung Korea makin terpampang nyata. Korea Utara dilaporkan telah menyeret peluncur rudal bergeraknya ke posisi. Jepang bahkan menyebut, salah satu di antaranya dalam posisi "siap tembak".

Kepala Kabinet Jepang, Yoshihide Suga mengatakan, pihaknya tak mengenyampingkan informasi apapun, dan
akan melakukan segala upaya untuk melindungi nyawa dan keamanan rakyatnya. "Kami memedulikan segala informasi. Kami juga berbagi informasi dengan Korsel dan AS," kata Suga seperti dimuat News.com.au, Kamis (11/4/2013).

Sementara, radar militer berkekuatan tinggi yang berbasis di laut telah disiapkan untuk mendeteksi kemungkinan rudal diluncurkan dari Korut.

"SBX telah ditempatkan di posisinya," kata pejabat Departemen Luar Negeri AS. Namun, ia tak menyebut di
mana pastinya radar itu ditempatkan.

Sejumlah rudal dilaporkan berulang kali dipindahkan di perairan timur Korut, diduga sebagai upaya untuk
mengganggu monitoring oleh Korsel dan AS.

Analisis intelijen terbaru yang dilaporkan kantor berita Korsel, Yonhap mengatakan, 2 rudal diduga Musudan yang berdaya jangkau menengah -- sekitar 3.000-4.000 km yang bisa menjangkau Korsel dan Guam -- telah dipindahkan ke timur kota pelabuhan Wonsan.

Kendaraan beroda 4 atau 5, yang diduga peluncur rudal, transporter erector launchers (TEL), diduga dipindahkan di sekitar Provinsi Hamgyeong Selatan.

Namun, ada juga laporan yang menyebut, Korut sedang mengarahkan peluncur misil ke perairan dekat Jepang. Untuk membikin bingung agen intelijen AS, Jepang, dan Korsel.

Seoul Sampai Guam Siaga

Guam, lokasi pangkalan angkatan laut dan udara AS di Pasifik Barat telah meningkatkan kewaspadaan -- sistem peringatan dan level ancaman setelah Korut mengidentifikasikan pulau tersebut sebagai target
potensial. Sejauh ini level kewaspadaan "kuning" atau level kedua. Untuk diketahui level tertinggi, "merah", hanya digunakan dalam situasi perang.

Sementara di Seoul, pemerintah Korsel siap mengaktifkan sistem pertahanan Patriot PAC2 untuk mencegat rudal Korut. Memang ia tak bisa melindungi seluruh Korsel, namun bisa memayungi apapun dalam jangkauannya.

Sistem pertahanan itu ditempatkan di sekitar Seoul, diyakini berdaya jangkau tangkal hingga 30 kilometer.

"Tak ada yang tahu apakah Korut akan meluncurkan rudal Scud, Rodong atau Musudan. Berapa... atau ke arah mana," ungkap salah satu pejabat Korsel.

Pasukan gabungan Korsel dan AS telah meningkatkan status "Watchcon" dari 3 menjadi 2, yang merefleksikan makin besarnya ancaman.

China: Korut, Tenang...

Tak hanya Korsel, Jepang, dan AS, satu-satunya sekutu Korut -- China juga ketar-ketir. Situs berita China, Chinese People's Daily Online memuat artikel yang memperingatkan Korut "untuk tidak salah mengambil langkah" dalam situasi ini.

Menlu China, Wang Yi menegaskan, "Beijing tak akan mengizinkan ada pembuat onar di pintu masuk negerinya."

Belum ada tanggapan Korut soal perkembangan terbaru ini. berita terakhir kantor berita Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA) bertanggal 10 April 2013 adalah soal surat Kim Jong-un untuk rakyatnya dari berbagai strata sosial. (Ein)

Credit Ein

Suka artikel ini?

0 Comments