by Tanti Yulianingsih

Jumhur Cemas Nasib 36 Ribu TKI Bila Korea Jadi Perang

  • Internasional
  • 0
  • 05 Apr 2013 10:32
Jika benar-benar perang antara Korea Selatan dan Korea Utara pecah, nasib sekitar 36 ribu TKI di Korea Selatan akan sangat memprihatinkan.

"Krisis di Semenanjung Korea sangat gawat. Pasukan tentara kedua negara sudah siap perang. Saya memprihatinkan nasib TKI. Tentu saja cemas," kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat di Yogyakarta, Jumat (5/4/2013) menanggapi krisis di 2 negara bertetangga itu.

Kepala BNP2TKI itu menegaskan, jumlah TKI di Korea Selatan berada di peringkat 2 setelah tenaga kerja asal Vietnam. Sebab penempatannya merupakan program kerja sama antar-pemerintah Indonesia melalui BNP2TKI dan Korea Selatan melalui (Human Resources Development) of Korea (HRD Korea).

TKI di Korea Selatan umumnya bekerja pada sektor manufaktur dan industri, pertanian dan perikanan, konstruksi, dan jasa. Pada 2012, sebanyak 10.500 TKI dikirim ke Korea Selatan untuk sektor industri manufaktur dan perikanan.

"Dari sekitar 50 ribu tenaga kerja yang dibutuhkan Korea Selatan, 10.500 di antaranya dipenuhi dari Indonesia," rincinya.

Jumhur mengungkapkan, bahkan saat ini sedang dilakukan pembukaan kembali lowongan serta proses seleksi calon TKI ke Korea. Negeri ginseng itu, tambahnya, sangat membutuhkan tenaga kerja asing dan terutama dari Indonesia yang tenaga kerjanya dikenal disiplin, ramah, dan giat bekerja.

"Bisa dibayangkan bila perang Korea pecah, maka sangat berpengaruh pada keberadaan TKI di sana," tukas Jumhur.

Ia pun berharap agar perang Korea Selatan dan Korea Utara itu tidak terjadi. (Tnt)
Comments
Sign in to post a comment