Gerindra: Kepercayaan Publik Turun Kopassus Serang Lapas Sleman

on Apr 04, 2013 at 20:20 WIB

Pelaku penyerangan di Lapas Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sudah terungkap. Seperti disampaikan Ketua Tim Investigasi TNI AD Brigjen TNI Unggul Yudhoyono, pelakunya adalah 11 oknum anggota TNI AD, dalam hal itu dilakukan Grup II Kopassus Kartosuro.

Atas terungkapnya kasus itu, Partai Gerindra menyatakan prihatin. Ternyata pelaku penyerangan adalah oknum dari TNI AD.

"Tentu ini menambah catatan hitam sejarah kekerasan yang terjadi di Tanah Air. Di tengah kepercayaan publik pada instansi negara yang tengah menurun, fakta ini bisa membuat skeptisisme publik terhadap negara semakin bertambah," ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (4/4/2013).

Untuk menghindari hal itu, kata Fadli, hukum harus ditegakkan sesuai aturan. "Agar cara main hakim seperti ini tak terulang lagi di masa depan. Para pelaku yang terlibat harus mempertanggungjawabkan kejahatan yang telah diperbuat," ucap Fadli.

Berdasarkan fakta ini, jelas Fadli, menunjukan hukum kita masih lemah, dan ternyata para aparat sendirilah yang masih sering mempermainkan hukum. "Hal ini jika tidak diatasi, akan memicu ketidakpercayaan publik terhadap hukum dan akan mendorong orang melakukan main hakim sendiri," kata Fadli.

Menurut Fadli ke depan perlu dicari akar masalahnya. "Mengapa kekerasan menjadi jalan pintas?" ujarnya.

Terutama, imbuh Fadli, ketika kasus ini melibatkan oknum antarinstansi negara. Apapun latar belakangnya, eksekusi seperti di Lapas Cebongan tak dapat dibenarkan.

"Ini perlu menjadi pelajaran bersama agar peristiwa serupa tak terulang kembali. TNI dan Polri perlu banyak melakukan sinergi mengatasi praktik kekerasan yang dilakukan oleh oknum di instansi masing-masing," tutur Fadli.(Ais)
Suka artikel ini?

0 Comments