Menko Polhukam: Rusuh Palopo Berhenti, Korban Jiwa Nihil

  • Peristiwa
  • 0
  • 31 Mar 2013 19:41
Massa membakar kantor Partai Golkar, kantor KPUD, kantor Kecamatan Warak Timur, Balaikota, kantor koran Palopo Pos, dan kantor Panwaslu di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Minggu (31/3/2013). Pembakaran itu terjadi setelah massa salah satu kandidat mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Kota Palopo, tempat rapat pleno perhitungan suara putaran kedua Pilkada Kota Palopo.

Menko Polhukam Djoko Suyanto mengungkapkan, pada pukul 19.45 Wita, situasi di Kota Plopo sudah mulai kondusif. Namun, sejumlah aparat kepolisian dan TNI masih tetap berjaga-jaga.

"Situasi sudah bisa dikendalikan. Aksi perusakan sudah berhenti, meskipun masih ada di satu/dua tempat massa berkumpul," ujar Djoko dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com di Jakarta.

Menurutnya, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo sudah turun tangan mengatasi konflik tersebut. "Aparat Polri dan TNI  sudah dikoordinasikan oleh Gubernur untuk mencegah tindakan lanjutan. Korban jiwa nihil," pungkasn Djoko.

Sebelumnya, proses perhitungan suara di kantor KPU sudah mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian yang dibantu dari TNI serta unsur lainnya. Namun jumlah massa yang lebih besar membuat suasana menjadi rusuh.

Aparat gabungan yang berada di lokasi berusaha memukul mundur massa dari pasangan nomor urut lima ini, namun beberapa saat saling lempar terjadi, kebakaran tiba-tiba muncul dari kantor Wali Kota Palopo.

Putaran kedua Pilkada Kota Palopo diikuti pasangan Judas Amir dan Akhmad Syarifuddin dan Hadir Basir-Thamrin Jufri. KPUD Palopo menyatakan, pasangan Judas-Akmad menang.

Pasangan Haidar-Thamrin diusung koalisi PKS, PPP, PKB, PKPB, dan Partai Demokrat. Sementara, pasangan Judas-Akhmad didukung koalisi PDP, PNBK, PPDI, Kedaulatan, Gerindra, PPD, dan Partai Golkar.  (Mut)
Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler