LSN: Jokowi Berpeluang Besar Menang Pilpres 2014, Tapi...

  • Politik
  • 0
  • 24 Mar 2013 15:07

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN), Umar S Bakry menyatakan, Joko Widodo saat ini menjadi ikon baru bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Bahkan, tingginya elektabilitas PDIP pada hasil survei LSN Maret 2013, tidak terlepas dari pengaruh Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Selain itu, Jokowi saat ini telah menjadi buah bibir di masyarakat. "Jadi itu yang membuat elektabilitas PDIP naik," kata Bakry usai jumpa pers di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Minggu (24/3/2013).

Menurut Bakry, peluang Jokowi memenangkan Pilpres 2014 mendatang sangat terbuka lebar. Namun, peluang itu bukan tanpa catatan. Yakni, Jokowi harus bisa menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur dalam menyelesaikan 1001 problematika Jakarta. Bukan cuma sekadar blusukan ke sana-sini.

"Jokowi peluangnya besar jadi presiden. Tapi kalau dia bisa menyelesaikan tugasnya sebagai gubernur. Paling tidak dalam 1 tahun ini, dia bisa menunjukkan kinerja yang positif, maka peluang jadi presiden sangat besar," kata dia.

Kendati demikian, seperti sudah menjadi rahasia umum, PDIP selalu bersikeras mengusungkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden. Menurutnya, jika hal itu terjadi, maka PDIP akan sulit menang.

"Elektabilitas Jokowi mengalahkan Bu Mega. Jauh sekali jaraknya. Kalau Bu Mega mau maju lagi, maka habis sudah, tidak akan menang," kata Bakry.

Meski demikian, sejauh ini elektabilitas Jokowi tinggi tidak bisa dilepaskan juga dengan peran media yang selalu memberitakannya. Pasalnya, di mata Bakry, penampilan Jokowi ketika diberitakan itu sangat bagus.

"Itu semua lebih karena pemberitaan media. Jokowi itu perfomance-nya ketika diberitakan sangat bagus. Sederhana, responsif, dan lain-lain. Makanya dia diidolai masyarakat. Jadi elektabilitas Jokowi naik. Belum karena faktor kinerjanya, tapi karena performance-nya dia ketika di depan media," kata Bakry.

Berdasarkan hasil survei LSN, jika Pemilu dilaksanakan hari ini, sebanyak 20,5 persen responden mengaku memilih PDIP; kemudian 19,2 persen memilih Golkar; 11,9 persen memilih Gerindra; 6,2 persen memilih Hanura; 5,3 persen memilih Nasdem; 4,6 persen memilih PKS; 4,3 persen memilih Demokrat; 4,1 persen memilih PAN; 4,1 persen memilih PKB; 3,4 memilih PPP; 0,3 persen memilih PBB; dan 0,2 PKPI. Sedangkan sebanyak 14,8 persen responden tidak memberi pilihannya.

Bakry menerangkan, faktor yang paling mempengaruhi PDIP dipercaya menurut responden, karena konsitensinya memperjuangkan rakyat kecil. Selain itu, ada juga "Jokowi Effect" yang berdampak pada PDIP.

Sementara itu, Hanura dan Gerindra dipercaya publik karena memiliki kader yang loyal, mulai dari pusat sampai daerah. "Hanura dan Gerindra juga cenderung tidak tersentuh kasus hukum, terutama korupsi," kata Bakry. (Riz)

Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler