Pak Guru Matroji, Sosok Inspirasi Bagi SMAN 1 Bekasi

  • Citizen6
  • 0
  • 16 Mar 2013 16:41

130316bguru.jpg

Citizen6, Bekasi: Kabupaten Bekasi merupakan salah satu wilayah dalam Provinsi Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota Negara RI, DKI Jakarta. Seiring perkembangan dan kemajuan ilmu teknologi, warga Kabupaten Bekasi pun saat ini jauh dari kesan ketinggalan jaman.

Dengan dialeknya yang khas seperti halnya suku Betawi di Jakarta, penduduk asli Bekasi semakin hari semakin maju, baik pergaulan maupun pola pikir menghadapi tantangan jaman sekarang. Salah satu faktor utamanya adalah kemajuan pendidikan yang sangat dipengaruhi oleh Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi yang semakin benar-benar memperhatikan dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi.

Sebuah prestasi langka baru-baru ini terjadi di dalam penduduk asli Bekasi. Putra seorang petani yang berdomisili di Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi yang lebih dikenal dengan H Matroji, telah memberikan kesan perubahan pola pikir masyarakat Kabupaten Bekasi yang selama ini menjual harta atau tanahnya hanya untuk acara-acara pernikahan atau sunatan anaknya. Sosok ini malah justru mengumpulkan uang untuk melanjutkan studinya.

Sejak SMP di Babelan dan SMA di Kota Bekasi, ia terbiasa hidup mandiri dengan bekerja untuk mendapatkan uang dan membiayai sekolahnya sendiri. Mengawali karirnya sebagai guru SD dan SMP di Jakarta Timur sampai diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Matroji pun kemudian berpindah karir menjadi salah satu guru Sejarah Nasional dan Dunia di SMAN 1 Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Sampai suatu kesempatan, ia akhirnya mencoba ikut dalam Tes Calon Kepala Sekolah (Tes Cakep) yang akhirnya berhasilnya lulus dan ditempatkan di SMAN 1 Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi. Selain itu dirinya juga aktif sebagai penulis buku pelajaran sejarah untuk SMP dan SMA, dan bukunya pun termasuk yang dipakai ditingkat nasional dengan dukungan Penerbit Bumi Aksara.

Selanjutnya Matroji semakin memantapkan karirnya sebagai penulis. Dari hasil penjualan buku yang ditulisnya, ia pun melanjutkan ke Magister (S2) hingga mendapat gelar S.Pd dan M.Pd. Tidak berhenti sampai disitu saja, dari honornya sebagai penulis buku pelajaran sejarah, ia pun kembali menimba ilmu di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Sampai akhirnya, pada 15 Maret 2013, Matroji meraih gelar Doktor dan mencatat sejarah sebagi satu-satunya Kepala Sekolah di Kabupaten Bekasi yang bergelar Doktor.

Prestasi akademiknya ini menjadi inspirasi pengembangan karier guru, pegawai serta siswa-siswinya di SMAN 1 Tambun Utara, yang selama ini dikenal sebagai sekolah pinggiran di Kabupaten Bekasi. Selama hampir 2 periode atau lebih kurang 4 tahun memimpin SMAN 1 Tambun Utara, perubahan sangat drastis tercipta baik dalam sistem belajar, pengelolaan keuangan maupun pembangunan fisik yang semakin berkembang pesat. Ini kemudian merubah tampilan dan kesan SMAN 1 Tambun Utara menjadi sekolah favorit yang berada di pinggiran Kabupaten Bekasi.

Salah satu yang paling membantu dalam mendukung kemajuan secara fisik adalah sistem pengelolaan keuangan sekolah yang diterapkannya. Hasilnya, sarana gedung maupun sarana penunjang belajar mengajar semakin lengkap sehingga membuat para siswanya bisa meraih prestasi gemilang. Hal ini dibuktikan dengan jumlah lulusan SMAN 1 yang sebelumnya hanya puluhan orang yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi, kini meningkat menjadi ratusan siswa.

Tidak berhenti sampai di situ saja, para bawahannya pun semakin banyak yang mendaftarkan diri melanjutkan studi kejenjang S2 karena terinspirasi oleh sosok putra asli Bekasi ini.

Semoga sosoknya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk lebih meningkatkan prestasi sehingga terbentuk pribadi yang berkualitas dan mampu menjadi inspirasi bagi yang lain. (Zuraid Bima/Mar)

Zuraid Bima adalah pewarta warga.


Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke citizen6@liputan6.com

Terpopuler