Ratusan Ogoh-Ogoh Berjejer di Denpasar

  • Peristiwa
  • 0
  • 11 Mar 2013 08:30

ogoh-ohoh-bali130311b.jpg

Ratusan boneka ogoh-ogoh dalam berbagai bentuk dan ukuran mulai berjejer di sepanjang jalan di Kota Denpasar dan sekitarnya, setelah dikeluarkan dari balai banjar, tempat karya seni itu dibuat, Senin (11/3/2013) pagi, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.

Anak-anak muda di masing-masing banjar sejak pagi sudah sibuk untuk melengkapi ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1933 yang jatuh pada Selasa 12 Maret 2013. Ogoh-ogoh tersebut dilengkapi dengan bambu atau kayu sebagai tempat pegangan untuk nantinya menggotong dan diarak secara beramai-ramai.

Sebagian ogoh-ogoh itu ada yang dilengkapi dengan roda yang diatur sedemikian rupa, sehingga tidak begitu banyak menghabiskan energi dalam menempuh rute yang akan dilalui.

Meskipun dilengkapi dengan roda, kelompok anak-anak remaja itu sudah mengantisipasinya untuk mudah diangkat guna digotong kembali untuk "ditarikan" mengikuti alunan irama musik gong blaganjur yang mengiringinya.

Sementara beberapa ogoh-ogoh yang akan diarak setingkat anak sekolah dasar (SD) yang tidak diiringi gong blaganjur dilengkapi dengan tape recorder dengan suara yang keras.

Persiapan anak-anak muda sejak Senin pukul 04.00 pagi sudah hampir rampung, meskipun arak-arakan ogoh-ogoh itu baru akan dilakukan sore hari.

Anak-anak muda hampir di setiap banjar dalam Kota Denpasar maupun kabupaten lainnya di Bali membuat ogoh-ogoh yang diarak keliling banjar dan desa pada malam pengrupukan, sehari menjelang Nyepi.  

Oleh sebab itu, masyarakat pemakai lalu lintas diimbau dapat menyadari kondisi yang demikian itu, lebih-lebih setelah dimulainya arak-arakan ogoh-ogoh lalu lintas akan melumpuhkan di mana-mana dalam Kota Denpasar maupun tempat lainnya di Bali. (Ant/Riz)

Like this article?

0 likes & 0 dislikes


Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler