by Rizki Gunawan

Presiden Wanita Pertama Korsel Park Geun-hye Dilantik

117296
  • Internasional
  • 0
  • Senin, 25 Februari 2013 10:34

Park Geun-hye mengukir sejarah. Ia terpilih menjadi Presiden wanita pertama di Korea Selatan. Wanita berusia 61 tahun ini diambil sumpahnya dalam upacara pelantikan di depan gedung parlemen, Majelis Nasional di Seoul.

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Anda semua untuk mempercayakan misi bersejarah ini kepada saya. Saya juga berterima kasih kepada Presiden Lee Myung-bak, mantan Presiden dan pejabat yang datang dari luar negeri untuk menghadiri kesempatan ini," kata Geun-hye, dalam pidato pelantikan, seperti dilansir Kantor Berita Korsel, Yonhap, Senin (25/2/2013).

Dituturkan Geun-hye, dirinya berjanji akan mengadakan pembaruan ekonomi, menyejahterakan rakyat. "Sebagai Presiden, saya akan mengikuti keinginan rakyat. Saya akan bangun Korsel menjadi negara bahagia untuk semua," ucapnya.

Geun-hye berhasil memenangkan pemilu, mengalahkan lawannya, Moon Jae-in. Pemimpin wanita ini memperoleh 52% suara, sementara lawannya, Jae-in, mengumpulkan 48 persen dukungan.

Soal sikap terhadap Korea Utara, Geun-hye memiliki pandangan berbeda dengan Moon Jae-in. Geun-hye dikenal dekat dengan Korut. Kemungkinan besar, ia akan menjalin hubungan baik dengan negara serumpun yang selama ini bersitegang.

Sementara Moon Jae-in selalu mengecam keras program nuklir Korut yang dinilai meresahkan. Tapi, baik Geun-hye maupun Moon Jae-in, sama-sama ingin memperbaiki hubungan dengan Korut.

"Tentu karena tingkat kepercayaan saat ini rendah, Korsel harus mengubahnya. Saya akan mengubah posisi Semenanjung Korea dari zona konflik menjadi zona kepercayaan. Sebab Korsel bakal menganut politik kepercayaan," kata Geun-hye, sebelum terpilih sebagai presiden.

Geun-hye adalah putri dari Park Chung-hee, yang pernah berkuasa selama 18 tahun di Korsel, hingga akhirnya terbunuh pada 1979. Pendapat rakyat Korsel terbelah soal mantan pemimpinnya itu.

Ada yang bilang Chung-hee adalah seorang diktator -- yang mengabaikan hak asasi manusia (HAM) dan memberangus siapa pun yang berbeda pendapat. Sementara, opini lain menyebut Park senior sebagai Bapak yang berjasa membangun perekonomian Negeri Ginseng itu. (Riz)

 

Comments
Sign in to post a comment