20 June 2013 | 18:33:49

news

'Malaysia Butuh Sosok Seperti Jokowi'

oleh Rizki Gunawan

Anterior

news

Kereta Cepat Dibangun, Singapura-Kuala Lumpur Hanya 90 Menit!

oleh Elin Yunita Kristanti

Prxima

Sabah Malaysia Diklaim Ahli Waris Sultan Filipina, Karma?

oleh Elin Yunita Kristanti
Posted: 21/02/2013 16:45
Sabah Malaysia Diklaim Ahli Waris Sultan Filipina, Karma?
(borneo.com.au)
Wilayah Sabah, Malaysia, diklaim oleh sekelompok orang yang mengaku ahli waris dari Kesultanan Sulu, Filipina. Kasus yang membikin pusing pemerintahan negeri jiran, juga Pemerintah Filipina.

Kisruh diawali 12 Februari 2013 lalu, sekitar 100 orang Filipina, mengaku atas perintah Sultan Jamalul Kiram III, menyeberang ke Sabah, dari Mindanao menggunakan kapal.

Mereka menduduki Desa Tanduo di Lahad Datu. Dengan dalil sebagai ahli waris Sultan Sulu, orang-orang itu bersikukuh, Sabah adalah wilayah milik leluhur mereka. Sebuah klaim yang mengundang pertikaian dengan aparat Malaysia.

Mereka tak gentar, tak mau pergi, meski dikepung pasukan Malaysia -- angkatan darat, laut, juga udara. Polisi bersenjata senapan mesin pun memblokade jalan desa.

Orang-orang itu dalam kondisi kurang makan dan air. "Kami tidak akan mengalah, kami tidak akan meninggalkan wilayah itu. Sampai mati," kata Jamalul, seperti dimuat Al Jazeera, (21/2/2013).

Tindakan loyalis Sultan Sulu adalah bentuk protes atas perjanjian damai yang ditandatangani oleh pemerintah Filipina dan pemberontak Muslim Moro Oktober 2012 -- untuk mengakhiri 40 tahun konflik di selatan Filipina. Perjanjian itu dimediasi Malaysia.

Kesepakatan damai yang memberikan kendali besar atas Sulu pada Front Pembebasan Islam Moro (MILF), dianggap mengabaikan Kesultanan. "Saya tidak bisa mengerti apa yang pemerintah lakukan. Bukannya berpihak pada kami, orang Filipina, mereka malah condong ke Malaysia," katanya.

Jamalul mengatakan, buntut dari perjanjian itu, kini pengikutnya menuntut pengakuan dari Malaysia sebagai pemilik sah Sabah serta melakukan negosiasi ulang persyaratan sewa, yang sebelumnya dilakukan dengan perusahaan perdagangan Inggris. Atau dengan kata lain negeri jiran harus mengakui Kesultanan Sulu sebagai pemilik sah Sabah.

Ia merujuk pada sejarah era kolonial Inggris. Di mana Malaysia membayar "uang sewa Sabah" tiap tahun ke Kesultanan Sulu.

Meski bersikukuh tak mau pergi, Jamalul mengatakan, pihaknya membuka ruang negosiasi dengan Malaysia untuk menyelesaikan kebuntuan yang berpotensi mengganggu hubungan bilateral dua negara.

Diselesaikan Damai

Sementara, Menteri Dalam Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein, seperti dimuat Manila Standard Today mengatakan, pihaknya akan melakukan segala cara untuk menyelesaikan masalah ini tanpa pertumpahan darah. Membuka ruang negosiasi untuk menemukan solusi terbaik dari kasus ini.

"Namun bukan berarti kami akan menyetujui setiap tuntutan," kata Hishammuddin kepada Bernama.

Bagi Malaysia, kedaulatan adalah harga mati.

Sementara di Filipina, seorang legislator meminta pemerintah mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali klaim atas Sabah di tengah kebuntuan antara pemerintah Malaysia dan ahli waris Sultan Sulu.

"Namun harus diselesaikan dengan jalur "diplomatik" dan "damai"," kata perwakilan Bayan Muna, Teddy Casino seperti dimuat Inquirer News, Kamis (21/2/2013)

Ia menambahkan, klaim ahli waris Kesultanan Sulu punya dasar historis dan legal. Teddy bahkan menyebut, kelompok tersebut bertindak atas nama Filipina secara keseluruhan, "melanjutkan klaim atas Sabah". "Bukti sejarah menunjukkan, Kesultanan Sulu lebih dulu ada daripada pemerintahan negara yang saat ini ada (Malaysia dan Filipina)," kata dia.

Sejatinya ini bukan masalah baru. Klaim Filipina kali pertama muncul di masa Presiden Diosdado Macapagal, yang mengangkat isu tersebut sebelum PBB membentuk Federasi Malaysia yang meliputi wilayah Kalimantan Utara -- yang lantas berganti nama menjadi "Sabah," di tahun 1963.

Macapagal mengklaim bahwa wilayah tersebut "diserahkan" kepada pemerintah Filipina oleh Kesultanan Sulu, tetapi orang-orang di Sabah, dalam referendum yang diawasi PBB, memilih bergabung dengan Malaysia.

Karma?

Sementara seorang kolumnis Filipina, Ramob Tulfo, mengatakan, jika Malaysia ceroboh menangani ini, negeri jiran akan menghadapi permasalahan serupa yang dihadapi Filipina saat menghadapi pemberontakan kelompok muslim di tahun 1970-an hingga 1980-an.

Ia mengatakan, jika tindakan represif dilakukan atas kelompok yang menduduki Desa Tanduo di Lahat Datu, itu akan memicu balas dendam dari suku Moro, Tausogs di Sulu, dan Tawi-Tawi.

Sebaliknya, jika Malaysia kompromis, niscaya negara itu akan dianggap lemah.

Ramob Tulfo lantas menyinggung tindakan Malaysia yang diduga diam-diam mendukung pemberontakan di Filipina Selatan, dalam konflik Filipina-MILF. .

Diduga senjata yang datang dari Libya dan Timur Tengah melewati Malaysia dalam perjalanan ke markas MNLF. "Yang terjadi saat ini adalah kebalikannya, hukum karma sedang berlaku," kata dia di laman Inquirer News. (Ein)

Artikel Pilihan »

18 Komentar Untuk Artikel Ini
Arnold Supitll @ 2013-05-10 23:58:33
doa kami bersamamu sulu...maju truss indonesia pasti akan membantu kalian,,,,
Akbar Noerdin Law @ 2013-04-02 14:14:28
hancurkan malaysia
Suardi Yahya @ 2013-03-17 16:43:10
Silahkan Kesultanan Sulu Ganyang Malaysia, mentang -mentang dibeckingi SUperPower Kerajaan Inggris. Nggak usah takut rakyat lanjutkan saja sampai titik darah penghabisan dan gunakan strategi Tentara Vietnam biar dia kapok. hahahahahahhaha. . . .
ridwan @ 2013-03-16 06:15:51
buat sltan sabah.,. TNI siap bantun kalo di butuhkan
Andy Montel Ador @ 2013-03-13 17:43:31
saya suka berita ini,,,,,,,,,, pengen tau kelanjutan`y,,,,,,
Hafid Junaidi @ 2013-03-09 22:29:18
hancurin tu malingsia udah tau tanah milik orang di enmbat juga .but indon contoh tu sultan sulu
Agus Noorjamil @ 2013-03-07 15:48:48
secara historis sabah memang wilayah kesultanan sulu,sebelum kerajaan malaysia dan filipina ada, bisa jadi ni merupakan karma, dulu ketika pecah pemberontakan di filipina selatan, diam2 malaysia dukung pemberontak, sultan sulu yg merasa diabaikan kini men
petrik @ 2013-03-06 21:48:23
Ganyang Malingsia. Maju terus pejuang Sulu, hancooorrrrkan Malingsia. Indonesia mendukung pejuang Sulu.
Adel Adid @ 2013-03-06 13:09:15
ya namanya sj ngara maling,moga2 kesultanan sulu menang....
eko @ 2013-03-06 11:24:50
moga2 banyak orang yang berempati pada kesultanan Sulu dan mau membantu perjuangan rakyat Kesultanan Sulu merebut tanah leluhurnya dari negara tamak (Malaysia). Ketika GAM memberontak di Indonesia Malaysia adalah salah satu negara yang membantu GAM. Ketik
Iwan @ 2013-03-06 10:58:01
inilah di dalam sejara filipina melebas ke buntuwan yang suda lama terpendam jangan hanya diam walopun ke kuwatan tidak sebanding.tapi cukub ada lah.jangan besar hanya maf dan saudarah.habis kita nanti sejarah uda kitalihat palistina.
Manan Jr. @ 2013-03-06 02:09:28
bom waktu inggris meledak
Dadank Wahyudi @ 2013-03-05 17:16:26
huaaa haaa belajarlah perang WAHAI malaysia ... ayo buktikan anda sungguh gagah berani atau CUMA BAJU DORENG YOU PAKAQI TERBIRIT BIRIT GAK NGELAWAN iNDONESIA .. TUU SAMA SULU dulu aja ! Buktikan jika tentara Malasyia memang berani !
Akmal Aza Donk @ 2013-03-05 12:22:54
mampus kau malingsial,, yang jelas sabah dan serawak bukan wilayah kesatuan malaysia,, sekarang rakyat sabah lagi menderita karna ulah pemerintah malaysia yang semena2,, pemerintah malaysia banyak merampas tanah hak milik rakyat sabah,, pemerintah malaysi
Agoes Dianto @ 2013-03-05 12:13:09
indonesia bisa aj kena gertak sambelnya malaysia...dan bisanya cuma pasrah.gertakan malaysia untuk kesultanan sulu kena batunya..biar negeri malasial itu tau diri..
Firdaus Daus @ 2013-03-04 21:16:58
malaysia kena hukum karma, terhadap indonesia yg slalu mengambil wilayah RI & melecehkan TKI, skarang dia kena batunya. hiii
حافظ فواز الحسني @ 2013-03-02 08:54:10
cobalah sesama muslim bermusyawarah....!! jangan sampai ditertawakan oleh musuh xxxxx...!!
webunic.blogspot.com @ 2013-02-21 17:33:51
webunic.blogspot.com
Gunakan Account Facebook atau Twitter Anda untuk Memberi Komentar

  
Kamis, 20/06/13 | 17:25
4 Kriteria Capres Ideal Versi SBY
Kamis, 20/06/13 | 15:13
Opini
Era Bangkitnya Musik Asia
Kamis, 20/06/13 | 13:15
Citizen6
6 Taman Kota yang Hijaukan Surabaya
Follow Us:
@liputan6dotcomTwitter Facebook liputan6dotcom