VIDEO: Pascakerusuhan Sumbawa, Penjarahan Merajalela

on Jan 23, 2013 at 17:20 WIB

Kerusuhan yang melanda Sumbawa Barat, Nusa Tenggar barat (NTB), memantik aksi tak terpuji warga. Mereka menjarah toko-toko yang ditinggalkan penghuninya.

Kendati suasana telah kondusif, penjarahan itu masih melanda di sejumlah tempat yang tak dijaga aparat. Saat ini, petugas tengah memeriksa sedikitnya 90 warga.

"Sampai saat ini dilaporkan suasana kondusif. Kita masih menunggu hasil pemeriksaan 90 orang yang diamankan. Kita akan pilah mana yang ditetapkan tersangka dan mana saksi. Tapi sebagian besar yang diamankan diduga kuat pelaku aksi anarkis," jelas Karo Penmas Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Jakarta, Rabu (23/1/2013).

Sebelumnya, kerusuhan antaretnis terjadi di kabupaten Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, Selasa 22 Januari. Bentrokan terjadi antara etnis Bali dan Samawa atau Sumbawa .

Akibat kerusuhan itu, tercatat 5 mobil dan 4 rumah serta 1 Hotel Tambora milik warga Bali dirusak dan dibakar warga Sumbawa. Meski begitu, dilaporkan tak ada korban jiwa maupun luka dari etnis Bali akibat kerusuhan ini.

Kerusuhan berawal dari adanya informasi meninggalnya seorang gadis etnis Sumbawa dengan tubuh penuh luka lebam dan pakaian dalam robek. Namun saat keluarga korban melaporkan hal itu ke Mapolres Sumbawa, kepolisian justru menyatakan gadis itu tewas akibat kecelakaan. Sementara keluarga korban mengaku anak gadisnya ini berpacaran dengan seorang anggota polisi dari etnis Bali.

Kesal lantaran mendapat jawaban tak puas, warga melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolres Sumbawa Besar. Namun karena jawaban dari pihak kepolisian tetap sama, warga akhirnya melakukan perusakan dan pembakaran di sepanjang Jalan Baru dan Jalan Tambora yang letaknya tak jauh dari Mapolres Sumbawa Besar.(Ali)
Suka artikel ini?

0 Comments