Sampah Banjir Menumpuk, Jokowi Ancam Copot Pejabat Kebersihan

  • Peristiwa
  • 0
  • 22 Jan 2013 17:30
Gubernur DKI Joko Widodo atau Jokowi akan mencopot pejabat eselon 3 dan 4 di Dinas Kebersihan yang lalai dalam membersihkan sampah sisa banjir. Meski ada ancaman pencopotan, pembersihan sampah terus berjalan.

"Eselon 3 dan 4 Dinas Kebersihan, kami minta Pak Unu Nurdin (Kepala Dinas Kebersihan) untuk mengganti yang tidak nurut," kata Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balaikota, Jakarta (22/1/2013).

Menurut Ahok, rencana itu merupakan perintah langsung dari Gubernur Jokowi. Perintah itu berbarengan dengan rencana pengangkatan Wakil Kepala Dinas Kebersihan yang saat ini masih kosong sejak ditinggal Unu Nurdin.

Kebijakan pencopotan itu diserahkan Ahok kepada Unu Nurdin. "Kami pegangnya Kepala Dinas. Kalau tidak mau nurut, ganti saja. Kepala Dinas tahu siapa yang kerja dan tidak," ujarnya.

Persoalan banjir memang menyisakan sisa sampah di mana-mana. Hingga kemarin, sampah-sampah sisa banjir yang hampir sepekan mengepung Jakarta banyak tersangkut di jembatan Kali Ciliwung yang menghubungkan Rawajati, Jakarta Selatan dengan Cililitan Kecil, Jakarta Timur.

Batang pohon, bambu, dan endapan busa masih tersangkut, menghiasi permukaan Kali Ciliwung. Tak cuma itu, segala perkakas rumah tangga seperti kasur, dan lemari tampak mengambang.

Begitu juga yang terlihat di Jalan Otista Raya, Jakarta Timur, kemarin. Tumpukan sampah yang terdiri dari kayu, plastik, gabus, kursi, sofa, kasur, sampai lemari tertumpuk di pinggir jalan.

Kendati akan ada pencopotan, Ahok menegaskan proses pembersihan sampah sisa banjir akan tetap dilakukan. Meski Ahok akui bahwa tim pembersih saat ini kekurangan tenaga. "Pengendalian sampah tetap jalan tapi pasukannya tidak cukup, juga sudah tua-tua," kata Ahok. (Ism)

Credit: Ism

Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler