Gadis Desa Asal Brasil Lelang Keperawanan Lewat YouTube

on

Para penjaga toko dan anak-anak sekolah di wilayah pertanian terpencil di Brasil tertawa terkikik, sambil menunjuk ke arah seorang gadis yang mengayuh sepeda merah berkaratnya.

Gadis itu bernama Rebecca Bernardo. Segala perhatian yang tak diinginkan itu bermula sejak dua bulan lalu, saat siswi SMU tersebut mengunggah videonya di situs YouTube.

Itu bukan video biasa. Mengenakan atasan pink tanpa lengan, dengan posisi berdiri di depan cermin yang menunjukkan profil tubuhnya, ia membuat pengumuman mengejutkan, "Hai, namaku Rebecca. Aku ingin melelang keperawananku."

Kepada CNN, Rebecca mengaku terpaksa merelakan keperawanannya demi uang, karena putus asa menolong ibunya yang sakit.

Di tengah keputusasaan itu, ia mendengar kisah Catarina Migliorini, seorang perempuan Brasil yang berhasil melelang keperawanannya seharga US$780 ribu atau sekitar Rp7,49 miliar lewat sebuah situs Australia pemburu perawan.

Migliorini dilaporkan belum memenuhi kewajibannya itu pada pria Jepang, meski telah menerima uang. Aparat Brasil kini sedang menyelidiki apakah website tempatnya menjual keperawanan berkaitan terkait dengan jaringan perdagangan manusia.

Lepas dari segala masalahnya, Migliorini terlanjur terkenal dan menerima sejumlah kontrak, untuk jadi model. Termasuk, majalah Playboy versi Brasil.

Kembali ke Rebecca, gadis polos itu mengaku sudah membulatkan tekad. "Aku sudah mengambil keputusan tepat setelah aku merayakan ulah tahun ke-18," kata dia seperti dimuat CNN (2/1/2013). "Untuk ibuku yang terkena stroke."

Stroke telah membuat ibunya tak berdaya, hanya bisa berbaring di tempat tidur, tak bisa makan dan ke kamar mandi sendiri.

Jalan Terakhir?

Rebecca mengaku ia telah mencoba mencari pekerjaan, jualan kosmetik dan jadi pelayan toko. Tapi tanpa ijazah SMA, gaji yang ia terima sangat minim.

"Aku hanya mendapatkan 150 reais (US$ 75 atau setara Rp 73 ribu) dengan bekerja sepanjang hari, yang hanya cukup membayar seseorang untuk merawat ibu saya," kata dia sambil menyuapi ibunya dengan spageti yang dihangatkan.

Dia mengatakan, videonya yang diunggah bulan lalu diakses 3.000 orang di hari pertama. Namun, YouTube segera mencabut videonya itu beberapa hari kemudian, merespon laporan dari pihak ketiga. Sejauh ini penawaran tertinggi yang ia terima adalah 70.000 reais, atau US$ 35.000 setara Rp 342.300.000.

Meski nampak tak berdaya dan beralasan ingin membantu ibunya, banyak yang mempertanyakan ketulusan Rebecca.

Sebab, sebuah jaringan televisi Brasil menawarkan ongkos perawatan untuk ibunya, jika Rebecca membatalkan lelangnya. Saat diwawancarai televisi tersebut, Rebecca awalnya bersedia, namun belakangan ia menolak karena jaringan TV itu tidak mau membayar pembelian sebuah rumah di kota lain yang dimintanya untuk "memulai hidup baru".

Juga ada yang curiga, aksinya mengunggah video lelang keperawanannya hanya sebagai cara menarik perhatian media, agar ia mendapatkan sejumlah transaksi menguntungkan.

Oktober lalu, Rebecca juga memposting video YouTube untuk audisi acara reality show "Big Brother" versi Brasil yang menawarkan hadiah US$500.000 bagi pemenangnya.

Reaksi Terbelah

Video yang diunggah Rebecca memicu badai di kampung halamannya. Pendapat warga terbelah.

"Saat kabar lelangnya beredar, orang-orang melemparkan koin ke arahnya," kata mekanik setempat. "Namun aku tak pernah melihatnya secara berbeda."

Mayoritas warga simpatik pada Rebecca, satu-satunya saudara perempuannya telah meninggal, ia tak pernah mengetahui siapa ayahnya. Sementara ibunya terbaring tak berdaya.

"Dia tak punya pilihan lain, tak ada satupun yang membantunya. Jadi ini satu-satunya jalan keluar," kata seorang warga.

"Setiap orang berhak memutuskan apa yang akan dia lakukan pada tubuhnya sendiri, meski aku pribadi tak bakal mengambil pilihan itu," kata yang lain. Prostitusi adalah hal yang legal di Brasil.

Sang ibu, yang dijadikan dalih, dengan susah payah bicara dari tempat tidurnya. "Itu salah, salah! Ia harusnya mencari kerja, bukan dengan melacurkan diri."

Namun, sebagai tulang punggung satu-satunya bagi sang ibu, Rebecca bersikukuh, ia hanya punya sedikit pilihan. "Terlalu banyak tanggung jawab yang aku pikul sendiri," kata dia mengapus air mata yang mengalir. "Jujur, aku belum siap." (Ein)

Credit Ein

Suka artikel ini?

0 Comments