Kisah Pelari Olimpiade AS Banting Setir Jadi PSK

  • Peristiwa
  • 0
  • 22 Des 2012 03:42
Suzy Favor-Hamilton bukan orang biasa. Ia tiga kali mewakili Amerika Serikat di ajang lari 1.500 meter Olimpiade 1992, 1996, dan 2000. Sebuah prestasi langka yang membuatnya terkenal, jadi model iklan, tampil di majalah, menulis buku, juga berpose di kalender istimewa dengan pakaian renang.

Pasca pensiun sebagai atlet, perempuan 44 tahun itu hidup mapan. Punya uang, terikat pernikahan, ibu dari seorang anak berusia 7 tahun.

Namun siapa sangka, ia punya rahasia kelam. Menjalani kehidupan ganda menjadi seorang pekerja seks komersial (PSK) dengan nama samaran "Kelly Lundy".

Belakangan terkuak, sejak Desember 2011, ia bergabung dengan biro kencan top, Haley Heston's Private Collection, yang beroperasi di sejumlah kota termasuk Las Vegas, Chicago, dan Houston. Favor-Hamilton termasuk kelas tinggi, dengan bayaran US$ 600 atau setara Rp 5,8 juta per jam.

Dalam profilnya di situs Haley Heston's Private Collection, Favor-Hamilton tampil provokatif, dengan busana mengumbar aurat.

Namun, berbeda dengan PSK lain, wajahnya sengaja dikaburkan. Dalam penjelasannya pada kliennya, ia mengatakan, "saya harap Anda mengerti, ini penting bagi saya."

Masih dalam profilnya, ia mengaku fanatik dengan olahraga: ski, maraton, bersepeda, dan mendaki gunung.

Perempuan kelahiran 1968 itu juga mengaku berselera tinggi, suka barang mewah, Louis Vuitton, Agent Provocateur, Herve Leger, dan Christian Louboutin. Berharap ada pelanggan baik hati yang mau menhujaninya dengan hadiah.

Rahasia Terbongkar

Awalnya coba-coba, lama-lama Favor-Hamilton ketagihan. Makin sering pergi ke Las Vegas untuk menemui pelanggannya.

Profesi sambilannya itu akhirnya terkuak saat pelanggan, yang mengenali sosoknya dan mendengar curhatannya, bicara pada media di tahun 2012 ini.

Salah satu klien mengontak media The Smoking Gun. Dari situ lah kisahnya menyebar di dunia maya, memicu heboh.

Lewat akun Twitter-nya, Favor-Hamilton kemudian angkat bicara. Ia mengaku, pekerjaannya sebagai wanita penghibur adalah sebuah pelarian. Dari masalah perkawinan. Lari dari tekanan hidup. "Pelarian dari perjuangan hidupku yang keras. Sebuah kehidupan ganda," kata dia, seperti dimuat Daily Mail (21/12/2012).

Favor-Hamilton tak pernah mengira aibnya akan terungkap luas ke publik. "Aku tahu dan tak pernah berharap orang-orang bisa mengerti. Namun, alasan melakukan ini masuk akal bagiku saat itu. Dan sangat terkait depresi yang kualami."

Depresi yang dialami di antaranya, depresi postpartum setelah melahirkan putrinya pada tahun 2005. Juga kenangan tragis soal kakaknya yang tewas bunuh diri pada 1999.

Satu lagi, saat berlari di final lari 1500 meter di Olimpiade Sydney tahun 2000, ia sengaja menjatuhkan diri, saat mengetahui ia tak bakal menang. Insiden yang membuatnya malu.

Kesalahan Besar

Kepada The Smoking Gun, Favor-Hamilton mengaku suaminya, Mark, tahu apa yang ia lakukan."Dia telah mencoba, mencoba membuatku berhenti. Tapi ia tak memberi dukungan untuk itu," sesalnya.

Namun, ia tak lantas melempar kesalahan. "Saya bertanggung jawab penuh atas kesalahan saya," kata dia. "Aku bukan korban."

Favor-Hamilton tidak akan menyalahkan siapa pun kecuali dirinya sendiri. "Semua orang di dunia ini membuat kesalahan. Saya membuat kesalahan besar. Sangat besar. "

Nasi terlanjur jadi bubur. Kini, Favor Hamilton meminta bantuan psikolog untuk mengatasi masalahnya itu. "Saya sungguh berniat untuk menebus kesalahan dan kembali menjadi seorang ibu, istri, anak perempuan, dan teman yang baik."

Saat ini, Favor-Hamilton tak lagi jual diri. Ia mencari nafkah sebagai motivator, dan menjalankan perusahaan yang ia kelola bersama suaminya.(Ein)

(Ein)

Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler