Partisipasi Warga di Pilkada Kota Bekasi Sangat Rendah

on Dec 16, 2012 at 15:24 WIB

Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) idealnya diikuti  seluruh  masyarakat untuk memilih pemimpinnya di masa mendatang sehingga pembangunan dapat  berlanjut menuju masa depan yang lebih baik. Namun, tidak demikian halnya dalam Pilkada Kota Bekasi, Jawa Barat. Warga tidak terlihat antusias dan masif bahkan partisipasinya sangat rendah.

Hal ini diakui H Enung Nurcholis, Camat Pondok Melati, Bekasi saat ditemui Liputan6.com, Ahad (16/12/2012).

"Kalau yang saya liat di beberapa TPS  kurang maksimal, rata-rata di bawah 50 persen partisipasi warga dalam pilkada kali ini. Hal ini berdasarkan pantauan saya di sejumlah  TPS," kata Enung saat ditemui di TPS 03, Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondok Melati.

Enung menjelaskan di Kecamatan Pondok Melati terdiri dari empat kelurahan yakni Kelurahan Jati Murni, Kelurahan Jati Rahayu, Kelurahan Jatiwarna, dan Kelurahan Jati Melati. Namun menurutnya, hanya  Kelurahan Jati Murni saja yang tingkat partisipasi masyarakatnya paling tinggi yakni sekitar 60 persen.

"Yang paling tinggi 60 persen antusiasmenya itu di kelurahan Jati Murni, sisanya kurang dari 50 persen," ungkapnya.

Karena itu, Enung berharap, ke depan masyarakat  diharapkan bisa maksimal dalam berpartisipasi mengikuti Pilkada. "Karena masyarakat yang menentukan sendiri bagaimana kemajuan daerahnya," imbuhnya.

Dengan partisipasi masyarakat yang rendah ini, Enung juga berharap agar siapapun Walikota Bekasi yang terpilih nanti harus lebih menggalakkan lagi program yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat. "Siapapun yang terpilih harus mementingkan kepentingan masyarakat, apalagi jumlah partisipasi  yang rendah maka harus lebih digalakkan lagi oleh Walikota terpilih," pungkasnya. (Adi
Suka artikel ini?

0 Comments