Perawan Tak Harus Berdarah Saat Malam Pertama

  • Peristiwa
  • 0
  • 05 Des 2012 15:39
Bupati Garut Aceng HM Fikri merasa tertipu oleh Fani Oktora soal status gadisnya. Aceng menuding Fani tidak perawan lagi setelah melalui malam pertama bersama istri sirinya itu. Darah perawan menjadi salah satu pertimbangannya.

Aceng pun menceraikan Fani. Pernikahan kilat 4 hari itu kemudian menuai kecaman. Fani melaporkan Aceng ke Polri, kemudian Aceng membalas akan menggugat balik remaja putri berusia 18 tahun tersebut.

Soal masih perawan atau tidaknya seorang perempuan, menurut Dokter Andrologi dan Seksologi Profesor Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS, sebenarnya sulit dibedakan. Sebab definisi perawan itu sebenarnya belum pernah melakukan hubungan seksual.

"Kalau pernah, bukan perawan. Kalau belum, masih perawan. Lantas bisa nggak orang memeriksanya? Itu nggak akan bisa. Hubungan seks saat malam pertama harus berdarah juga tidak selalu terjadi. Wanita tidak akan berdarah jika saja sang pria bisa membuatnya terangsang. Tapi kalau dipaksa, takut, dan tidak terangsang, akan keluar darah," jelas Wimpie saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Rabu (5/12/2012).

Perempuan, lanjut dia, juga bisa tak berdarah saat hubungan seks pertamanya kalau sering melakukan masturbasi, baik itu dengan memasukkan jarinya atau dengan alat.

Pria, sambung dia, hanya bisa membedakan perempuan itu masih perawan atau tidak dari perubahan tubuh sang perempuan. Biasanya, perempuan yang sudah menikah dan melahirkan, bentuk tubuhnya akan berubah.

Wimpie menyadari, wanita pada zaman dulu sering mengeluarkan bercak darah karena banyak kasus pernikahan yang dipaksa. Belum lagi kedua pasangan yang menikah tidak pernah bertemu, sehingga saat malam pertama tiba, muncul rasa takut dan tidak rileks.

"Masalah selaput dara robek atau tidak, bukan hanya karena seks. Kalau wanita itu melakukan masturbasi dengan jari atau alat, bisa juga robek. Bagaimana mau membedakan antara hubungan seks dengan yang pakai alat," tanya dia.

Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini, pria sebenarnya hanya bisa melihat perempuan itu pernah atau belum berhubungan seks hanya dari reaksinya.

"Misalnya belum pernah, pasti nggak ngerti apa-apa, bagaimana goyangnya, mengubah posisi, dan lain-lain. Tapi kalau pengalaman, reaksinya bisa dilihat dia gampang bolak-balik. Tapi bisa susah juga kalau wanitanya jago akting," tutur Wimpie.

Pernyataan Aceng soal perawan harus berdarah mengundang kontroversi. Apalagi alasan itulah yang dipakai Aceng untuk menceraikan Fani karena merasa Fani sudah tidak perawan lagi.

"Sumpah demi Allah, demi Rasulullah. Saya kan duda, pernah punya istri. Terlepas yang namanya perawan itu dipakai lalu berdarah, terlepas dengan cara yang baik, saya tidak tahu itu. Tapi ini, dari ekspresi, seperti ia orang yang sudah terbiasa. Dari kelemahan yang ada, akhirnya sama sekali tidak ada rasa di saya," demikian pernyataan Aceng. (MEL/SSS)
Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler