Situasi Lalu Lintas di Ngasinan-Salatiga

  • Citizen6
  • 0
  • 21 Okt 2012 16:38
Citizen6, Semarang: Perjalanan menuju Salatiga-Semarang yang biasanya ditempuh kurang dari dua jam, kali ini harus ditempuh selama empat jam. Kondisi tersebut belum lama ini dirasakan oleh Swie Ging (40), seorang sales onderdil motor yang tinggal di daerah Tanah Mas, Semarang. Sehingga membuat kendaraannya tidak bisa melaju dengan kecepatan lebih dari 40 km/jam akibat padatnya arus lalu lintas.

Kondisi lalu lintas Semarang-Solo yang berjarak 110 kilometer walaupun jarang terjadi kemacetan, tetapi selalu dipadati oleh kendaraan yang melintas. Kepadatan lalu lintas semakin diperparah akibat kondisi jalan yang sempit, berkelok-kelok dan turun naik. Hal ini belum ditambah dengan banyaknya truk tronton yang melintas dengan kecepatan sedang.

Dari Semarang kendaraan mulai merayap menjelang Ungaran. Lalu tanjakan Lemahireng, Pasar Babatan dan Karangjati serta tanjakan atau turunan Bawen-Ngasinan-Tuntang. Menjelang daerah Salatiga semua kendaraan seperti truk dan bus enggan lewat jalan lingkar, sehingga memilih masuk jalan alternatif dalam kota.

Jalur Salatiga-Boyolali dan sebaliknya paling rawan terutama pada malam hari karena medannya turun-naik dan tidak adanya penerangan jalan. Saat jalan menanjak, kerap ada truk mogok tak kuat naik. Sedangkan dijalan menurun sering terjadi kecelakaan akibat truk atau bus yang mengalami rem blong

Situasi padat merayap cenderung macet. Kemacetan ini dimulai menjelang pukul 17.00 WIB hingga tengah malam. Lewat pukul 00.00 hingga 04.00 WIB, lalu lintas Semarang-Solo relatif lengang. Kepadatan lalu lintas tak terhindarkan lagi menjelang tengah hari. (Heru Christiyono).
Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler