by

Israel Serang Gaza

  • Peristiwa
  • 0
  • 11 Okt 2012 06:41
Liputan6.com, Yerusalem: Sejumlah sumber mengatakan, Angkatan Udara Israel membom sasaran-sasaran di Jalur Gaza bagian utara. Tidak ada korban jiwa setelah penembakan roket ke wilayah selatan negara Yahudi tersebut, Rabu.

Sumber-sumber keamanan Palestina mengonfirmasi serangan itu menghantam sebuah tempat pelatihan di Beit Lahiya, yang digunakan oleh kelompok pejuang Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap bersenjata gerakan Hamas, lapor AFP.

"Pesawat IAF (Angkatan Udara Israel) menyerang sebuah terowongan teror di Jalur Gaza bagian utara. Hantaman langsung teridentifikasi. Serangan itu dilakukan sebagai pembalasan atas penembakan 40 roket ke Israel pekan ini. Tujuh di antaranya ditembakkan dalam 24 jam terakhir," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.

Juru bicara Kepolisian Israel Micky Rosenfeld mengatakan, lima roket menghantam lokasi "di dekat kota-kota Sderot dan Netivot" yang terletak tidak jauh dari bagian utara perbatasan Gaza, Selasa malam. Tidak ada korban atau kerusakan dalam serangan itu.

Pada Rabu pagi, sekelompok kecil pejuang Salafist mengklaim penembakan roket itu dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke AFP, dengan mengatakan serangan itu dilakukan sebagai pembalasan atas serangan udara Israel di Gaza belum lama ini.

Keadaan tetap tegang di sepanjang perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza, di mana pejuang Palestina menembakkan roket dan Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Palestina tersebut. Pada 5 Agustus, seorang pria Palestina tewas dan seorang lagi cedera dalam serangan pesawat tak berawak Israel di daerah Rafah, Jalur Gaza. Kedua korban sedang naik sepeda-motor ketika mereka diserang, kata para saksi.

Sumber-sumber Palestina menyebut, korban yang tewas sebagai Eid Hijazi (23), anggota kelompok pejuang Komite Perlawanan Rakyat. Militer Israel dalam sebuah pernyataan mengonfirmasi serangan itu dan menyebut korban yang cedera sebagai Ahmed Said Ismail, yang "termasuk di antara mereka yang bertanggung jawab atas pelaksanaan serangan teror di dekat perbatasan Israel-Mesir yang menewaskan seorang warga sipil Israel pada 18 Juni 2012".

Serangan itu mengarah pada bentrokan besar terakhir di sekitar Gaza, di mana pejuang Palestina menembakkan puluhan roket ke negara Yahudi tersebut dan Israel melancarkan serangan-serangan udara ke Gaza yang menewaskan 15 orang Palestina.

Militer Israel mengatakan, Said, Hijazi, dan "beberapa anggota lain Jihad Global beroperasi untuk melaksanakan serangan teror terhadap warga sipil Israel melalui perbatasan Mesir-Israel".

Pada 22 Juni, seorang Palestina tewas dan dua lain cedera, satu di antaranya dalam keadaan serius, ketika pesawat tempur Israel menyerang daerah sebelah timur Al-Bureij di Jalur Gaza bagian tengah. Serangan udara itu dilakukan setelah pejuang Palestina di Gaza menembakkan dua roket ke Israel selatan namun tidak ada korban atau kerusakan.

Kekerasan itu terjadi di tengah gencatan senjata rapuh yang ditengahi Mesir antara Hamas yang menguasai Gaza dan Israel yang diumumkan Rabu malam (20/6) oleh sayap militer Brigade Ezzedine al-Qassam setelah kekerasan mematikan selama tiga hari di dan sekitar Gaza.

Babak terakhir kekerasan itu meletus dengan serangan-serangan udara Senin pagi (18/6), hanya beberapa jam setelah orang-orang bersenjata dari Sinai melancarkan penyerbuan di sepanjang perbatasan selatan Israel dengan Mesir yang menewaskan satu warga sipil Israel.

Dalam kekerasan sepanjang Juni, puluhan roket ditembakkan ke Israel dan 15 orang Palestina tewas dalam serangan-serangan udara Israel. Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, menjaga gencatan senjata dengan Israel, namun kelompok-kelompok lain Palestina di wilayah itu masih menembakkan roket ke Israel. (FRD/ANT)
Comments
Sign in to post a comment